Maros, 21 November 2026 – Desa Tanete, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, kembali menjadi pusat perhatian pecinta olahraga berkuda melalui pelaksanaan Lomba Pacuan Kuda Tradisional dan Berkuda Memanah yang berlangsung meriah pada 19–20 November 2026. Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan masyarakat ini sukses menghadirkan semangat olahraga, pelestarian budaya, dan pembinaan generasi muda dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh antusiasme.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Karang Taruna Tunas Sinar Tanete Desa Tanete, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, bekerja sama dengan PORDASI Kabupaten Maros, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Tanete, UPTD Puskeswan Kabupaten Maros, PORDASI Pacu Sulawesi Selatan, dan PORDASI Berkuda Memanah Sulawesi Selatan.
Pada cabang Pacuan Kuda Tradisional, sebanyak 31 ekor kuda dari Kabupaten Maros berpartisipasi dan bersaing pada tiga kelas yang dipertandingkan, yaitu:
•Kelas C (< 126 cm)
•Kelas B (126,1 – 137 cm)
•Kelas A (137,1 – 146 cm)
Sorak sorai masyarakat yang memadati arena pacuan menambah semarak jalannya perlombaan. Selain menjadi tontonan yang menarik, pacuan kuda tradisional juga menjadi sarana pelestarian budaya berkuda yang telah lama hidup di tengah masyarakat Sulawesi Selatan.
Selain pacuan kuda tradisional, cabang Berkuda Memanah juga menjadi daya tarik utama dengan melibatkan 33 atlet yang berkompetisi pada empat nomor pertandingan, yaitu:
•Triple Shoot Junior Putri
•Triple Shoot Junior Putra
•Serial Shoot Senior Putra
•Indonesian Track Senior Putra
Kompetisi berlangsung ketat dan sportif, sekaligus menjadi sarana peningkatan kemampuan atlet menjelang berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional.
Dukungan Pemerintah Daerah
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang dapat menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat anak-anak muda. Melalui olahraga, generasi muda dapat mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat karakter, sportivitas, dan rasa kebersamaan.”
Apresiasi untuk Semua Pihak yang Terlibat
Sementara itu, Kepala Desa Tanete, Takbir, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah memasuki pelaksanaan yang keempat kalinya dan terus mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan ini telah dilaksanakan selama empat kali dan berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Pemerintah Desa Tanete dan seluruh panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepolisian Republik Indonesia Resor Maros yang telah mendukung dan berperan besar dalam mengamankan seluruh rangkaian kegiatan ini.”
Ketua PORDASI Kabupaten Maros, A.M. Alwi A. Gaffar, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan peningkatan prestasi olahraga.
“Kegiatan ini merupakan sarana untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menjadi ajang latihan bersama bagi atlet-atlet berkuda memanah yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo pada bulan November.”
Komitmen Memajukan Olahraga Berkuda
Dalam pesan tertulisnya, Ketua PORDASI Pacu Sulawesi Selatan sekaligus Ketua PORDASI Berkuda Memanah Sulawesi Selatan, Muzayyin Arif, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan pentingnya pengembangan olahraga berkuda di Sulawesi Selatan.
“Olahraga berkuda adalah olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. PORDASI Pacu dan PORDASI Berkuda Memanah Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus memajukan olahraga ini serta meningkatkan kualitas atlet-atletnya. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah dengan mengirimkan empat orang kontingen untuk berlaga pada Kejuaraan Nasional Berkuda Memanah di Bogor pada 17–20 November 2026.”
Membangun Tradisi dan Prestasi
Keberhasilan pelaksanaan Lomba Pacuan Kuda Tradisional dan Berkuda Memanah Tahun 2026 di Desa Tanete menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah, organisasi olahraga, dan aparat keamanan dalam membangun ekosistem olahraga yang positif. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang mampu melestarikan warisan budaya daerah sekaligus melahirkan atlet-atlet berkuda berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Maros dan Sulawesi Selatan di tingkat nasional.
















