Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaKesehatan

Sekolah Pascasarjana Unhas Hadirkan Pakar Jepang Bahas Perubahan Iklim dan Peningkatan Risiko Banjir

×

Sekolah Pascasarjana Unhas Hadirkan Pakar Jepang Bahas Perubahan Iklim dan Peningkatan Risiko Banjir

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR,- Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin kembali memperkuat wawasan global sivitas akademika melalui penyelenggaraan Guest Lecture bertema “Climate Change and Increasing Flood Risks: Challenges and Adaptation”.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr.Eng. Akira Tai dari Fukuoka Institute of Technology, Jepang, sebagai narasumber utama.

Example 500x700

Kuliah tamu dilaksanakan secara hibrida pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Prof. Dr. Ir. Fachruddin Hall, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, serta disiarkan secara daring melalui Zoom. 

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa, dosen, peneliti, dan peserta dari berbagai bidang keilmuan yang memiliki perhatian terhadap perubahan iklim, kebencanaan, pembangunan wilayah, dan keberlanjutan lingkungan.

Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan multidimensional yang membutuhkan perhatian serius dari perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan, tetapi juga memengaruhi kesehatan, keselamatan, ketahanan infrastruktur, perekonomian, serta kesejahteraan masyarakat.

Menurut Prof. Sukri, kuliah tamu internasional ini menjadi bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana Unhas untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan persoalan global sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Melalui kegiatan ini, kita berharap muncul gagasan dan kolaborasi baru untuk mengembangkan pendekatan adaptasi yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Prof. Sukri.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr.Eng. Akira Tai menjelaskan hubungan antara perubahan iklim, peningkatan intensitas kejadian cuaca ekstrem, dan risiko banjir. Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu global, perkembangan kawasan perkotaan, serta perubahan penggunaan lahan menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan kerentanan suatu wilayah terhadap bencana hidrometeorologi.

Prof. Akira Tai turut membagikan perspektif dan pengalaman Jepang dalam menghadapi risiko banjir. Menurutnya, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan dukungan data ilmiah, pemodelan risiko, sistem peringatan dini, perencanaan tata ruang, kesiapsiagaan masyarakat, dan tata kelola yang terintegrasi.

Pendekatan adaptasi perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing wilayah karena setiap daerah memiliki kondisi geografis, sosial, lingkungan, dan kapasitas kelembagaan yang berbeda. Oleh sebab itu, hasil penelitian harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan nyata yang mampu mengurangi risiko sekaligus melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan.

Materi yang disampaikan memiliki relevansi penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang menghadapi berbagai ancaman akibat perubahan iklim. Peningkatan curah hujan ekstrem, banjir perkotaan, banjir pesisir, abrasi, dan kenaikan muka air laut menuntut penguatan perencanaan wilayah serta pembangunan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap iklim.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Ir. Evi Aprianti S., S.T., Ph.D. ini berlangsung interaktif. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mendiskusikan berbagai persoalan terkait peningkatan risiko banjir, pengelolaan sumber daya air, pembangunan infrastruktur yang tangguh, pemanfaatan teknologi, dan penerapan strategi adaptasi perubahan iklim pada tingkat lokal.

Diskusi juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas disiplin. Persoalan perubahan iklim dan banjir tidak hanya menjadi perhatian bidang teknik dan lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, kebijakan publik, ekonomi, tata ruang, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin mendorong peningkatan literasi perubahan iklim serta pengembangan riset kolaboratif antara Indonesia dan Jepang. Kolaborasi akademik tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, dan rekomendasi kebijakan yang bermanfaat dalam membangun wilayah yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Hasanuddin dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Dengan menghadirkan pakar internasional dan memperkuat ruang dialog ilmiah, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin terus menjalankan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap tantangan global dan berorientasi pada penciptaan solusi bagi masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *