Bantaeng – Rumput laut merupakan salah satu hasil budidaya utama masyarakat di Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng. Namun, sebagian besar petani masih menjual hasil panennya dalam bentuk rumput laut kering. Melihat kondisi tersebut, Aprilyen, mahasiswi Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Universitas Hasanuddin yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Tematik Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, mengadakan program kerja individu bertajuk “Edukasi Diversifikasi Olahan Berbasis Rumput Laut sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah Hasil Budidaya di Desa Baruga” pada Kamis (30/07/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode door to door, yaitu mengunjungi rumah-rumah petani rumput laut secara langsung. Cara ini dipilih agar masyarakat dapat menerima materi dengan lebih santai sekaligus memiliki kesempatan untuk berdiskusi mengenai pemanfaatan hasil budidaya rumput laut.
Setibanya di rumah warga, mahasiswi KKN terlebih dahulu membagikan brosur edukasi kepada petani sebagai bahan yang akan digunakan selama penyampaian materi. Dengan adanya brosur tersebut, masyarakat dapat mengikuti penjelasan secara langsung sekaligus menyimpannya untuk dibaca kembali setelah kegiatan selesai.
Dalam edukasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada konsep diversifikasi olahan rumput laut dengan mengangkat mie berbasis rumput laut sebagai salah satu contoh produk yang memiliki nilai tambah. Masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa rumput laut tidak hanya dapat dijual dalam bentuk kering, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan yang berpotensi memiliki nilai jual lebih tinggi.
Suasana diskusi berlangsung hangat di setiap rumah yang dikunjungi. Warga terlihat antusias menyimak materi, mengajukan pertanyaan, dan menceritakan pengalaman mereka dalam memanfaatkan hasil panen rumput laut.
Salah seorang warga mengaku baru mengetahui bahwa rumput laut dapat diolah menjadi mie. Selama ini, ia hanya memanfaatkan rumput laut sebagai bahan pembuatan agar-agar atau menjualnya setelah dikeringkan.
“Saya baru tahu kalau rumput laut bisa dibikin jadi mie karena selama ini saya cuma buat jadi agar saja atau dikeringkan baru dijual,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, mahasiswi KKN menjelaskan bahwa masih banyak produk olahan yang dapat dibuat dari rumput laut.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal berbagai peluang diversifikasi sehingga hasil budidaya tidak hanya memiliki nilai sebagai bahan baku, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah apabila diolah menjadi produk pangan.
Setiap kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat yang telah menerima edukasi.
Melalui program kerja ini, diharapkan masyarakat Desa Baruga semakin memahami pentingnya diversifikasi olahan rumput laut dan terdorong untuk melihat komoditas tersebut sebagai bahan baku yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan yang lebih bernilai.
















