Makassar – Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (FKTPQ) Kota Makassar resmi meluncurkan Kurikulum Literasi Qur’ani IMTAQ 5.0 dan menggelar Training of Trainers (TOT) bagi perwakilan 50 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kota Makassar.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan pendidikan keagamaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kota Makassar Usman Sofian, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kota Makassar Hasan Pinang, serta perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Makassar Andi Ali Arfah.
Ketua Umum FKTPQ Kota Makassar, Rintoh Rachim, mengatakan Kurikulum Literasi Qur’ani IMTAQ 5.0 lahir melalui proses panjang yang melibatkan berbagai masukan dari pengelola TPQ di Kota Makassar.
“Kurikulum ini hadir untuk memudahkan pengelola TPQ dalam melakukan kontrol pembelajaran mengaji, hafalan, serta pembiasaan adab-adab harian santri. Kami tidak hanya mengajarkan bagaimana menghafal doa, tetapi juga bagaimana mengamalkan doa tersebut dalam kehidupan sehari-hari, seperti adab sebelum makan, sesudah makan, dan berbagai adab Islami lainnya,” ujarnya.
Menurut Rintoh, kurikulum tersebut dirancang sebagai panduan praktis yang dapat diterapkan oleh seluruh TPQ sehingga proses pembelajaran Al-Qur’an menjadi lebih terukur, sistematis, dan berorientasi pada pembentukan karakter Qur’ani.
“Alhamdulillah, Kurikulum Literasi Qur’ani IMTAQ 5.0 ini juga mendapatkan sambutan positif dari Wali Kota Makassar dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar.
Kami berharap kurikulum ini memberikan manfaat besar bagi perkembangan pendidikan Al-Qur’an di Kota Makassar,” tambahnya.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Usman Sofian, memberikan apresiasi atas inisiatif FKTPQ dalam menghadirkan kurikulum yang dinilai mampu menjadi arah baru pendidikan Al-Qur’an di Kota Makassar.
“Kegiatan Sosialisasi dan TOT Kurikulum Literasi Qur’ani IMTAQ 5.0 ini merupakan langkah yang sangat kami apresiasi. Kehadiran kurikulum ini akan memberikan arah pendidikan Qur’an yang lebih terstruktur bagi generasi Kota Makassar dan selaras dengan visi pembangunan Kota Makassar tahun 2024–2029,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi PD Pontren Kementerian Agama Kota Makassar, Hasan Pinang, menilai kurikulum mandiri yang disusun FKTPQ merupakan sebuah terobosan penting bagi pengembangan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ).
“Kehadiran Kurikulum Mandiri FKTPQ ini merupakan inovasi yang luar biasa dan sangat bermanfaat bagi LPQ di Kota Makassar. Kami juga berharap Peraturan Wali Kota tentang Literasi Qur’an dapat segera terwujud sehingga ijazah TPQ atau bukti kemampuan mengaji dapat menjadi salah satu indikator penting dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB),” ungkapnya.
Senada dengan itu, perwakilan Kesra Pemerintah Kota Makassar, Andi Ali Arah, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an melalui kolaborasi bersama FKTPQ.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pemerintah Kota Makassar akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan FKTPQ dalam penguatan kelembagaan pendidikan Qur’an sehingga dapat melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter Qur’ani,” ujarnya.
Melalui peluncuran Kurikulum Literasi Qur’ani IMTAQ 5.0 dan pelaksanaan TOT bagi 50 TPQ, FKTPQ Kota Makassar berharap kualitas pendidikan Al-Qur’an semakin meningkat serta mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.
















