Makassar, 15 Juli 2026 – Persatuan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Indonesia (PTKPTI) menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap masih minimnya perhatian pemerintah terhadap keberadaan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.
Selama ini, tenaga kependidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pendidikan tinggi. Kami memastikan layanan akademik berjalan setiap hari, mengelola administrasi pendidikan, keuangan, sumber daya manusia, perpustakaan, laboratorium, teknologi informasi, kemahasiswaan, hingga berbagai layanan publik yang menopang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Namun di balik tanggung jawab yang besar tersebut, nasib tenaga kependidikan masih sering luput dari perhatian dalam berbagai kebijakan strategis nasional.
Setiap kali pemerintah membahas transformasi pendidikan tinggi, yang menjadi fokus utama umumnya adalah dosen, mahasiswa, penelitian, inovasi, dan akreditasi. Sementara tenaga kependidikan yang menjadi fondasi operasional perguruan tinggi sering kali hanya disebut sepintas, bahkan tidak jarang sama sekali tidak menjadi bagian dari pembahasan.
Kami mempertanyakan, apakah transformasi pendidikan tinggi dapat berjalan tanpa tenaga kependidikan?
Siapa yang memastikan ribuan layanan akademik berlangsung setiap hari? Siapa yang menjaga sistem informasi kampus tetap beroperasi? Siapa yang mengelola keuangan, aset, arsip, laboratorium, perpustakaan, serta administrasi yang menjadi denyut kehidupan perguruan tinggi?
Jawabannya adalah tenaga kependidikan.
Ironisnya, hingga hari ini masih banyak tenaga kependidikan yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari terbatasnya kesempatan pengembangan kompetensi, belum meratanya jenjang karier profesional, belum optimalnya sistem penghargaan terhadap kinerja, hingga minimnya ruang partisipasi dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan langsung dengan profesi mereka.
PTKPTI berpandangan bahwa pembangunan pendidikan tinggi yang berkualitas tidak dapat hanya bertumpu pada dosen dan mahasiswa. Perguruan tinggi merupakan sebuah ekosistem yang terdiri atas berbagai unsur yang saling melengkapi. Ketika salah satu unsur diabaikan, maka kualitas layanan pendidikan tinggi juga akan terdampak.
Oleh karena itu, PTKPTI menyampaikan beberapa harapan kepada Pemerintah Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi:
- Menempatkan tenaga kependidikan sebagai salah satu prioritas dalam kebijakan pembangunan pendidikan tinggi nasional.
- Menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan profesi tenaga kependidikan yang mencakup jenjang karier, kompetensi, sertifikasi, dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.
- Memperluas akses beasiswa pendidikan lanjut, pelatihan, sertifikasi profesi, serta program pengembangan kompetensi bagi seluruh tenaga kependidikan, tanpa membedakan status kepegawaian.
- Melibatkan organisasi tenaga kependidikan dalam proses penyusunan regulasi dan kebijakan yang berkaitan dengan tata kelola pendidikan tinggi.
- Memberikan penghargaan yang lebih adil terhadap kontribusi tenaga kependidikan dalam mendukung mutu layanan perguruan tinggi.
Kami percaya bahwa kemajuan pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kualitas dosen dan mahasiswa, tetapi juga oleh profesionalisme tenaga kependidikan yang bekerja dengan dedikasi tinggi setiap hari.
Sudah saatnya paradigma pembangunan pendidikan tinggi berubah. Tenaga kependidikan bukan sekadar pelaksana administrasi, melainkan profesi yang memiliki kompetensi, tanggung jawab, dan kontribusi strategis terhadap kemajuan bangsa.
PTKPTI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan memberikan ruang yang setara bagi seluruh unsur penyelenggara pendidikan.
Kami tidak meminta untuk diistimewakan.
Kami hanya berharap agar tenaga kependidikan tidak lagi menjadi kelompok yang terlupakan setiap kali kebijakan pendidikan tinggi dirumuskan.
Karena ketika pendidikan tinggi berbicara tentang mutu, inovasi, dan pelayanan, di sana selalu ada tenaga kependidikan yang bekerja dalam diam demi memastikan semuanya berjalan dengan baik.
“Saatnya Tenaga Kependidikan Tidak Hanya Bekerja di Balik Layar, tetapi Juga Hadir dalam Setiap Kebijakan Pendidikan Tinggi Indonesia.”
Narahubung:
Jusri Adi, S.IP., M.Si.
Penggagas Persatuan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Indonesia (PTKPTI)
Ketua Umum PTKPTI
















