Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Seminar Awal PBL III Fokus pada Intervensi, Monitoring, dan Evaluasi Program Kesehatan Masyarakat di Desa Ganra,Soppeng

×

Seminar Awal PBL III Fokus pada Intervensi, Monitoring, dan Evaluasi Program Kesehatan Masyarakat di Desa Ganra,Soppeng

Sebarkan artikel ini
Screenshot

Soppeng, [26 Juni 2026] – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) yang tergabung dalam Posko 33 Desa Ganra telah melaksanakan Seminar Awal Praktik Belajar Lapangan III (PBL III) pada Jumat, 26 Juni 2026 di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini menjadi tahapan awal pelaksanaan PBL III yang berfokus pada implementasi intervensi kesehatan masyarakat, penggerakan masyarakat, serta monitoring dan evaluasi secara partisipatif. Seminar Awal PBL III dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan desa, di antaranya Kepala Desa Ganra beserta perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pelaksanaan PBL III sekaligus memperoleh dukungan dan masukan dari masyarakat terhadap rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian mahasiswa di Desa Ganra.

Dalam sambutannya, Koordinator Desa (Kordes) PBL III Posko 33 Desa Ganra, Rifka Sari, menyampaikan bahwa PBL III merupakan kelanjutan dari PBL I dan PBL II yang berorientasi pada aksi nyata melalui pelaksanaan intervensi kesehatan berbasis komunitas, penggerakan masyarakat, serta monitoring dan evaluasi kegiatan secara partisipatif. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.

Example 500x700

Pelaksanaan PBL III Posko 33 Desa Ganra dirancang berdasarkan hasil identifikasi masalah kesehatan yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Seminar Awal ini menjadi wadah untuk memaparkan delapan program kerja intervensi yang akan dilaksanakan sebagai upaya penanggulangan masalah kesehatan prioritas di Desa Ganra. Program kerja pertama adalah Sosialisasi Dampak dan Bahaya Merokok pada Remaja di Desa Ganra dengan menggunakan media poster sebagai sarana edukasi kepada remaja sekolah. Program kerja kedua yaitu Pojok Edukasi Bebas Asap Rokok, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari paparan asap rokok.

Selanjutnya, program kerja ketiga berupa Sosialisasi Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan anemia dan pentingnya konsumsi TTD secara rutin. Program kerja keempat adalah Edukasi Pola Makan Rendah Garam pada Penderita Hipertensi, yang diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat menuju pola makan yang lebih sehat. Selain itu, mahasiswa juga merencanakan Demonstrasi Memasak Menu Rendah Garam sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi sebagai program kerja kelima, serta Pelaksanaan Aktivitas Fisik Ringan melalui Senam Hipertensi sebagai program kerja keenam guna meningkatkan aktivitas fisik masyarakat, khususnya kelompok usia dewasa dan lanjut usia.

Adapun program kerja ketujuh adalah Penyuluhan Gizi bagi Ibu Hamil untuk Pencegahan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) yang bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan. Program kerja kedelapan berupa Sosialisasi Pengurangan Perilaku Merokok di Dalam Rumah, yang diharapkan dapat melindungi anggota keluarga, terutama ibu hamil dan anak-anak, dari paparan asap rokok. Melalui pelaksanaan Seminar Awal PBL III ini, diharapkan masyarakat Desa Ganra dapat berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan intervensi yang akan dilaksanakan. Selain itu, monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mengukur ketercapaian program, mengidentifikasi hambatan yang muncul selama pelaksanaan, serta menjadi dasar perbaikan program kesehatan di masa mendatang.

Kegiatan PBL III ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya pada poin keempat mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ketiga, yaitu Good Health and Well-Being, melalui upaya promotif dan preventif yang melibatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik. Melalui PBL III, mahasiswa FKM Unhas diharapkan tidak hanya mampu mengembangkan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi komunitas, kepemimpinan kolaboratif, fasilitasi masyarakat, serta monitoring dan evaluasi program kesehatan berbasis partisipasi masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *