Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Opini

Dari Geopark ke Gerakan Ekonomi Perempuan

×

Dari Geopark ke Gerakan Ekonomi Perempuan

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ismawan Amir
Turkiye Indonesia Scholars Network

Pagi itu, di kawasan Maros Pangkep UNESCO Global Geopark, saya melihat wajah-wajah perempuan yang datang dengan semangat sederhana. Mereka adalah para pelaku usaha mikro. Ada yang sehari-hari mengolah makanan, membuat produk rumahan, menjual hasil keterampilan, atau membantu ekonomi keluarga dari usaha kecil yang mereka rawat dengan tekun.

Example 500x700

Mereka mungkin tidak selalu disebut dalam pidato-pidato besar tentang pembangunan. Nama mereka jarang tampil di baliho kota. Tetapi dari tangan merekalah ekonomi keluarga bergerak. Dari dapur, kios kecil, halaman rumah, dan komunitas kampung, mereka menjaga denyut ekonomi yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.

Di belakang kegiatan itu, nama besar UNESCO Global Geopark terpampang. Nama yang mengingatkan kita pada karst Maros Pangkep, gua-gua purba, lanskap alam, dan sejarah bumi yang panjang. Namun hari itu saya merasa, geopark bukan hanya tentang batuan tua, gua, tebing, atau pemandangan indah. Geopark juga tentang manusia yang hidup di sekitarnya.

Karena itu, kegiatan Intensive Training: Empowerment for Indonesian Women Micro-entrepreneurs yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Maros Pangkep UNESCO Global Geopark bersama BRI Research Institute memiliki arti penting. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. Ia adalah ikhtiar untuk menyambungkan kekayaan alam Maros Pangkep dengan masa depan ekonomi masyarakatnya.

Di berbagai belahan dunia, geopark yang berhasil selalu mampu menghubungkan tiga hal penting: pelestarian alam, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Lesvos Island UNESCO Global Geopark di Yunani dikenal dengan hutan batu purbanya. Vulkaneifel UNESCO Global Geopark di Jerman berkembang dengan wisata dan pembelajaran geologi. Haute-Provence UNESCO Global Geopark di Prancis menjadi contoh bagaimana warisan geologi dapat dikelola sebagai ruang edukasi, konservasi, dan pariwisata.

Dari sana kita belajar bahwa geopark yang kuat bukan hanya yang indah dipandang. Geopark yang kuat adalah kawasan yang memberi manfaat bagi masyarakatnya. Alam dijaga, pengetahuan disebarkan, pariwisata dikembangkan, dan ekonomi lokal ikut tumbuh.

Dalam konteks Maros Pangkep, perempuan pelaku UMKM memiliki posisi yang sangat strategis. Mereka bukan sekadar pelengkap kegiatan ekonomi, tetapi aktor utama yang menjaga denyut ekonomi keluarga dan komunitas. Di tangan mereka, produk lokal dapat lahir, berkembang, dan memiliki cerita. Kuliner, kerajinan, olahan pangan, suvenir, hingga jasa berbasis komunitas dapat menjadi wajah ekonomi kreatif geopark apabila dikelola dengan serius.

Namun, tantangan UMKM hari ini tidak sederhana. Produk yang baik saja tidak cukup. Pelaku usaha perlu memahami kemasan, legalitas, pencatatan keuangan, pemasaran digital, kualitas visual, serta narasi produk. Di era digital, setiap produk lokal harus mampu bercerita: tentang alam Maros Pangkep, tentang budaya masyarakatnya, tentang kerja keras perempuan, dan tentang nilai keberlanjutan yang menjadi ruh geopark.

Karena itu, pelatihan seperti ini perlu diarahkan pada tiga agenda besar.

Pertama, peningkatan kapasitas usaha. Pelaku UMKM perlu didampingi agar tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mampu mengelola bisnis secara sehat.

Kedua, penguatan identitas produk lokal. Setiap produk harus memiliki nilai, karakter, dan cerita. Produk Maros Pangkep tidak boleh tampil sebagai barang biasa. Ia harus membawa identitas kawasan, budaya, dan kekayaan alamnya.

Ketiga, pembangunan jejaring pasar. UMKM tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Mereka perlu masuk dalam ekosistem kolaboratif yang melibatkan pengelola geopark, pemerintah, lembaga riset, perbankan, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.

Sebagai bagian dari Turkiye Indonesia Scholars Network, saya melihat kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas. Pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro adalah bagian dari agenda pembangunan yang inklusif. Negara yang kuat tidak hanya dibangun oleh industri besar, tetapi juga oleh jutaan usaha kecil yang tumbuh dari bawah. Di banyak negara, penguatan ekonomi lokal, koperasi, produk komunitas, dan usaha berbasis perempuan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan sosial dan ekonomi.

Maros Pangkep memiliki modal besar: pengakuan UNESCO, lanskap alam yang kuat, sejarah geologi yang kaya, budaya lokal, serta masyarakat yang produktif. Yang dibutuhkan sekarang adalah kemampuan menghubungkan semua potensi itu menjadi gerakan ekonomi yang nyata.

Pelatihan ini adalah pintu masuk yang baik. Namun setelah pelatihan, harus ada pendampingan berkelanjutan, kurasi produk, akses pembiayaan, digitalisasi pemasaran, dan integrasi UMKM ke dalam rantai nilai pariwisata geopark.

Masa depan Maros Pangkep UNESCO Global Geopark tidak hanya ditentukan oleh keindahan karst, gua, atau warisan geologinya. Masa depannya juga ditentukan oleh sejauh mana masyarakat lokal, khususnya perempuan pelaku UMKM, diberi ruang untuk tumbuh dan mengambil peran.

Ketika perempuan pelaku UMKM belajar tentang usaha, produk, pasar, dan digitalisasi, sesungguhnya kita sedang melihat bagian penting dari masa depan geopark. Bukan hanya masa depan batuan, gua, dan karst, tetapi masa depan manusia yang hidup bersama kawasan itu.

Jika perempuan diberdayakan dengan ilmu, akses, jejaring, dan kepercayaan, maka yang bergerak bukan hanya satu usaha. Yang bergerak adalah keluarga, komunitas, dan kawasan.

Maros Pangkep memiliki peluang besar. Ia tidak hanya bisa dikenal sebagai destinasi alam kelas dunia, tetapi juga sebagai kawasan yang mampu melahirkan ekonomi rakyat yang kuat. Geopark dapat menjadi lebih dari sekadar destinasi. Ia dapat menjadi pusat pembelajaran, pelestarian, dan kesejahteraan masyarakat.

Dan dalam banyak hal, perempuan pelaku usaha mikro adalah pintu masuk paling nyata untuk mewujudkan hal itu.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *