Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

LPPM Unhas Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader dan Nakes di Puskesmas Gunung Bahagia Kota Balikpapan

×

LPPM Unhas Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader dan Nakes di Puskesmas Gunung Bahagia Kota Balikpapan

Sebarkan artikel ini
Screenshot

Balikpapan, 16 Mei 2026. Tim pengabdi Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan intensif sehari penuh di Puskesmas Gunung Bahagia, membekali kader dan tenaga kesehatan dengan kemampuan surveilans terpadu sekaligus keterampilan praktis menggunakan alat diagnostik sederhana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis community development yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin, salah satu wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dipimpin oleh Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M.Kes, M.Sc.PH., tim pelaksana dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan di lini terdepan, khususnya dalam mendeteksi, mencatat, dan merespons ancaman penyakit tidak menular maupun menular secara terpadu.

Example 500x700

Sesi pembukaan berlangsung hangat. Prof. Ridwan selaku Ketua Tim Pelaksana menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya peran kader dan tenaga kesehatan sebagai ujung tombak sistem kesehatan masyarakat. Kepala Puskesmas Gunung Bahagia turut memberikan sambutan, menyambut antusias kehadiran tim Unhas dan mengharapkan kegiatan ini berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan di wilayahnya.

“Surveilans bukan sekadar pencatatan. Ia adalah mata dan telinga sistem kesehatan kita. Ketika kader dan tenaga kesehatan mampu melakukannya dengan baik, deteksi dini menjadi lebih cepat, respons menjadi lebih tepat.”
— Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M.Kes, M.Sc.PH., Ketua Tim Pelaksana

Sesi materi pertama langsung dibawakan oleh Prof. Ridwan sendiri, mengulas konsep dan praktik surveilans terpadu untuk penyakit tidak menular dan penyakit menular. Peserta diajak memahami bagaimana data kesehatan dari tingkat paling bawah dapat menjadi fondasi pengambilan keputusan yang akurat di tingkat yang lebih tinggi.

Materi berikutnya mengangkat isu yang relevan secara regional. Widyarto tampil sebagai narasumber untuk membahas pendekatan multisektoral dalam penanggulangan tuberkulosis di Kalimantan Timur — sebuah tantangan kesehatan yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tidak bisa diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta berbagi pengalaman dari lapangan.

Setelah jeda singkat untuk istirahat dan minum kopi, sesi dilanjutkan dengan materi ketiga yang dibawakan Dr. Jumriani Ansar, SKM, M.Kes., mengupas implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) bagi kader dan tenaga kesehatan. Konsep ILP yang menjadi kebijakan nasional ini dijelaskan secara praktis, agar peserta dapat langsung memahami peran mereka dalam skema layanan yang baru.

Tak kalah penting, Andi Selvi Yusnitasari, SKM, M.Kes. membawakan materi tentang Komunikasi, Advokasi, dan Perubahan Perilaku (KAP) khusus untuk kader. Dalam sesi ini, peserta belajar bagaimana membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat — keterampilan yang sering kali menjadi penentu keberhasilan program kesehatan di lapangan.

Puncak dari rangkaian pelatihan adalah sesi simulasi praktik yang dipandu Hasniati. Selama satu jam penuh, peserta secara langsung mencoba menggunakan berbagai alat diagnostik sederhana yang umum dipakai dalam kegiatan deteksi dini. Suasana ruangan menjadi lebih hidup — peserta tampak antusias, saling bergantian mencoba, dan tidak ragu bertanya ketika menemui kesulitan.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi terbuka dan post-test, memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus mengukur sejauh mana pemahaman mereka berkembang sepanjang hari. Hasilnya menjadi bahan evaluasi berharga bagi tim pelaksana untuk penyempurnaan program ke depan.

Sebelum sesi dokumentasi bersama mengakhiri hari, Prof. Ridwan menegaskan kembali komitmen Universitas Hasanuddin untuk terus hadir bersama masyarakat — tidak hanya di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga di tengah-tengah fasilitas kesehatan yang setiap harinya melayani masyarakat secara langsung.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *