Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Pandu Nasyiah Edu Talk, Kamad MA Ummul Mukminin Dorong Isu Pendidikan Terus Digelorakan

×

Pandu Nasyiah Edu Talk, Kamad MA Ummul Mukminin Dorong Isu Pendidikan Terus Digelorakan

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Makassar menggelar diskusi inspiratif bertajuk Nasyiah Edu Talk dengan fokus pada isu pendidikan inklusif.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Bahasa Sulawesi Selatan, Jl. Sultan Alauddin No. 7, Makassar, pada Sabtu (2/5/2026).

Example 500x700

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Inklusif yang Berkeadilan Melalui Sinergi dan Praktik Nyata di Sekolah”, acara ini bertujuan untuk membedah tantangan serta solusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi semua kalangan.

Hadir sebagai pemandu diskusi, Kepala Madrasah (Kamad) Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel, Rienda Noor Asysyfa, SS,.Gr.

Dalam pengantarnya, ia menekankan bahwa Nasyiah Edu Talk merupakan wadah kolektif untuk merespons dinamika pendidikan saat ini.

“Kegiatan ini hadir sebagai ruang bersama untuk membincangkan isu pendidikan yang berkeadilan bagi semua. Kita ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mengakses pendidikan berkualitas,” ujar Rienda.

Lebih lanjut, Rienda mengajak para praktisi pendidikan dan orang tua untuk lebih terbuka terhadap keberagaman karakter peserta didik. Menurutnya, pemahaman teori saja tidak cukup tanpa adanya aksi nyata di lapangan.

Ia menyampaikan beberapa poin penting terkait implementasi di sekolah:

Adaptasi Kurikulum: Kemampuan sekolah untuk menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan siswa.

Merangkul Keunikan: Menghapus stigma dan melihat potensi di setiap keunikan anak.

Sinergi Stakeholder: Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk mendukung fasilitas inklusif.

“Harapan besar kita adalah gagasan ini mampu diimplementasikan secara nyata. Kita harus mampu beradaptasi untuk merangkul keunikan setiap anak, sehingga pendidikan yang berkeadilan bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata,” pungkasnya.

Terpisah disampaikan, Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Makassar, Nur Iffah Salmi Akbar,S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa pendidikan inklusif merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membuka ruang bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensinya. Tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan, perbedaan, ataupun kondisi tertentu. Melalui Nasyiah Edutalk ini, kami ingin mendorong lahirnya sinergi nyata antara sekolah, guru, keluarga, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dr. Samsu Bahri, S.Pd., M.M. menyampaikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan yang mengangkat isu penting dunia pendidikan saat ini.

“Pendidikan inklusif bukan hanya kebijakan, tetapi komitmen moral untuk memastikan setiap anak memperoleh hak belajar yang sama. Kami menyambut baik kolaborasi seperti ini karena perubahan besar selalu dimulai dari ruang-ruang diskusi dan aksi nyata di sekolah,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Andi Hamjan, S.Pd., M.M. selaku Koordinator Kelembagaan Majelis Dikdasmen PDM Makassar menekankan pentingnya peran sekolah Muhammadiyah sebagai pelopor pendidikan berkemajuan yang inklusif.

Hadir membawa materi Zulfitrah, S.Pd.,M.Pd Dosen Prodi PLB UNM Makassar dan Yahya Nappu, S.Pd.I.,M.Pd Guru Praktisi Pendidikan Inklusif.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan kota Makassar, Majelis Dikdasmen PDM Makassar, puluhan kader Nasyiatul Aisyiyah, praktisi pendidikan, serta guru-guru Muhammadiyah/Aisyiyah se-kota Makassar. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *