MAKKAH — Sebanyak 35 siswi peserta program SPIDI Makkah memulai kegiatan pembelajaran di Institut Al-Qur’an Putri Dar as-Safwah, Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi, Ahad 18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pendidikan selama 2,5 bulan yang mengintegrasikan pembelajaran, penguatan spiritual, dan pengalaman hidup di Tanah Suci.
Sebelum mengikuti pembelajaran reguler, para siswi telah menjalani rangkaian persiapan pada Kamis lalu di kawasan Rabwah. Kegiatan tersebut meliputi pembukaan program, pengisian data, placement test atau tes pemetaan kemampuan awal, serta orientasi kelas dan lingkungan sekolah.
Sekolah tempat para siswi belajar adalah Institut Al-Qur’an Putri Dar as-Safwah (Ma’had Dar as-Safwah an-Nisa’ li Ta’lim Al-Qur’an).
Direktur SPIDI Makkah, Ustadz Muthahhir Arif, menjelaskan, rangkaian kegiatan awal tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi sebelum para siswi memasuki kegiatan belajar secara reguler.
Melalui tes pemetaan kemampuan awal, sekolah dapat mengenali tingkat kemampuan siswi. Sementara itu, orientasi membantu mereka memahami lingkungan belajar dan mempersiapkan diri menjalani aktivitas pendidikan selama berada di Makkah.
Program SPIDI Makkah berlangsung selama 2,5 bulan. Selain mengikuti pembelajaran di sekolah, para siswi akan mendapatkan pengalaman edukatif melalui interaksi dengan lingkungan setempat, penguatan kemampuan bahasa Arab, pendalaman sejarah Rasulullah SAW, serta kegiatan ibadah.
Jadwal program dirancang dengan lima hari pembelajaran di sekolah setiap pekan. Dua hari lainnya dialokasikan untuk kegiatan di luar sekolah, termasuk aktivitas edukatif yang mendukung proses pembelajaran.
Program ini memberikan kesempatan kepada para siswi untuk merasakan secara langsung lingkungan pendidikan di luar negeri, sekaligus melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.
Makkah dipilih bukan hanya karena kedudukannya sebagai kota suci umat Islam, tetapi juga karena nilai sejarah dan spiritualitas yang dapat menjadi bagian dari pengalaman pendidikan para siswi. Lingkungan tersebut diharapkan membantu mereka memperdalam pemahaman keislaman serta menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan kehidupan sehari-hari.
Sebelum memulai kegiatan sekolah, ibadah umrah menjadi agenda pertama para siswi setelah tiba di Tanah Suci. Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan pendekatan program yang memadukan pendidikan dan penguatan spiritual.
Dimulainya kegiatan belajar menandai tahap baru dalam pelaksanaan program SPIDI Makkah. Selama 2,5 bulan ke depan, para siswi diharapkan memperoleh pengalaman yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat karakter, akhlak, dan kemandirian mereka.
Program ini diharapkan menjadi pengalaman pendidikan yang bermakna bagi para siswi, sekaligus memberikan nilai tambah dalam proses pembentukan generasi muslimah yang berilmu dan berakhlak. ($)
















