Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Polemik Janji Tukin 100% Calon Rektor Unhas, Prof. Budu, Oknum Dosen Pascasarjana Ungkit IKL yang Belum Dibayar

117
×

Polemik Janji Tukin 100% Calon Rektor Unhas, Prof. Budu, Oknum Dosen Pascasarjana Ungkit IKL yang Belum Dibayar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR, [Tanggal Berita] – Janji calon rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) nomor urut 3, Prof. Budu, untuk meningkatkan Tunjangan Kinerja (Tukin) dosen dan pegawai hingga 100% memicu diskusi hangat di kalangan civitas akademika. Program ambisius ini dipaparkan dalam forum Penjaringan Aspirasi dan Sosialisasi Bakal Calon Rektor Unhas Periode 2026-2030 yang digelar di Fakultas Kehutanan, Selasa (7/10/2025).

Prof. Budu mengklaim bahwa peningkatan Tukin ini telah melalui perhitungan yang matang dan akan direalisasikan jika ia terpilih menjadi rektor. Ia menekankan bahwa sumber pendanaan Tukin tidak akan diambil dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa, melainkan melalui pengembangan bisnis universitas.

Example 500x700

“Saya sudah hitung, dan saya yakin intensif kinerja wajib yang saat ini ada bisa kita naikkan menjadi 100%,” ujar Prof. Budu dalam forum tersebut. “Jika saya dikehendaki menjadi Rektor, maka saya akan realisasikan itu.”

Namun, program ini mendapat tanggapan kritis dari seorang dosen program pascasarjana Unhas yang enggan disebutkan namanya. Dosen tersebut mempertanyakan realisasi janji Prof. Budu, mengingat hingga saat ini Insentif Kinerja Lebih (IKL) bagi dosen di Sekolah Pascasarjana belum dibayarkan sejak Prof. Budu menjabat sebagai dekan.

“Saya pikir sulit itu terwujud. Sekarang saja, dosen di Sekolah Pascasarjana IKL tidak dibayarkan sejak beliau menjabat,” ungkap dosen tersebut. “Di Unhas itu ada 18 fakultas, bagaimana mau menaikkan Tukin, sedang di Sekolah Pascasarjana saja IKL dosen belum dibayarkan sampai saat ini. Di lingkungan sendiri saja tidak bisa Prof. Budu realisasikan.”

Dosen tersebut menambahkan bahwa janji Prof. Budu terkesan bombastis dan belum terbukti dengan tindakan nyata selama menjabat sebagai Dekan Sekolah Pascasarjana. Ia menyoroti bahwa seluruh dosen di fakultas lain di Unhas menerima IKL, kecuali di Pascasarjana.

“Sekolah program pascasarjana cukup menjadi contoh bukti ketidakberpihakan Prof. Budu untuk peningkatan kesejahteraan para dosen. Sejak beliau menjabat hingga saat ini, IKL belum dibayarkan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Prof. Budu belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan dosen Sekolah Pascasarjana tersebut. Pemilihan rektor Unhas periode 2026-2030 diperkirakan akan semakin menarik dengan munculnya berbagai isu dan janji dari para kandidat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *