MAKASSAR,- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk “Pemetaan Spasial Titik Rawan Banjir sebagai Basis Perencanaan Mitigasi dan Penanggulangan Bencana di Tingkat Kelurahan” di Kelurahan Tamalanrea.
Kegiatan ini dimulai pada 26 Januari 2026 dan dilaksanakan melalui dua pendekatan utama, yaitu pemetaan spasial dan pemetaan partisipatif bersama masyarakat dan perangkat kelurahan. Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan titik-titik rawan banjir sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi dan penanggulangan bencana di tingkat lokal.
Koordinator pelaksana program kerja (Rifaldi) menjelaskan bahwa pemetaan spasial dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data kondisi topografi, drainase, tata guna lahan, serta riwayat kejadian banjir dan dilakukan analisis spasial dari data Inarisk Geoportal. Sementara itu, pemetaan partisipatif melibatkan masyarakat secara langsung untuk mengidentifikasi lokasi genangan, ketinggian air saat banjir, serta dampak yang ditimbulkan.
“Pendekatan partisipatif menjadi kunci agar data yang diperoleh tidak hanya berbasis teknis, tetapi juga berdasarkan pengalaman nyata masyarakat,” ujarnya.
Hasil dari rangkaian kegiatan ini adalah Peta Kerawanan Banjir Kelurahan Tamalanrea, yang memuat klasifikasi tingkat kerawanan serta sebaran spasial titik-titik rawan banjir. Peta tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam perencanaan pembangunan, pengelolaan drainase, serta penyusunan strategi mitigasi bencana di tingkat kelurahan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, peta kerawanan banjir tersebut telah diserahkan secara resmi kepada Kantor Kelurahan Tamalanrea sebagai produk akhir dari program kerja KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin.
Lurah Tamalanrea menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Peta ini akan menjadi dokumen penting dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan terkait penanggulangan banjir di wilayah kami,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana hidrometeorologi, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan yang adaptif terhadap perubahan iklim di tingkat lokal.
















