Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaNasional

Dekan FKM Unhas Membuka Acara EXPO Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah PBL II FKM Unhas

8
×

Dekan FKM Unhas Membuka Acara EXPO Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah PBL II FKM Unhas

Sebarkan artikel ini

Makassar, 11 Februari 2026 – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin angkatan 2023 telah sukses menyelenggarakan Expo Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah (PBL II) dengan tema “Mapping Community Assets: Mengungkap Potensi Sumber Daya untuk Pembangunan Berbasis Masyarakat”.

 Acara yang merupakan puncak dari Praktik Belajar Lapangan (PBL) II ini digelar di Pelataran FKM Unhas pada Rabu, 11 Februari 2026. Expo ini bertujuan untuk mempresentasikan hasil eksplorasi dan pemetaan aset masyarakat serta rancangan aksi strategi penyelesaian masalah yang dilakukan di berbagai lokasi PBL II di Sulawesi Selatan, Kabupaten Soppeng.

Example 500x700

Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Bapak Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., Msc.PH. PhD, para Pengelola dan Supervisor PBL II, seluruh mahasiswa peserta PBL II Tahun 2026, serta para pengunjung dari civitas academica FKM Unhas. 

Dalam sambutannya dekan menyampaikan bahwa perjalanan PBL di FKM Unhas telah mengalami fase yang demikian panjang. Diawal perjalanan FKM Unhas, PBL imi dilakukan sebanyak empat kali yaitu PBL I dengan tujuan pengumpulan data, identifikasi masalah dan melakukan analisis situasi masalah kesehatan, PBL II dengan tujuan penentuan prioritas masalah kesehatan, PBL III adalah intervensi masalah kesehatan dan PBL IV yaitu evaluasi. 

Pola PBL ini berlangsung lama, namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya siklus PBL ini berubah menjadi tiga kali yaitu hanya PBL I, PBL II dan PBL III yaitu dimana tujuan PBL III dan IV digabung menjadi satu yaitu intervensi sekaligus melakukan evaluasi kegiatan. Siklus PBL ini tidak berhenti sampai disitu saja, lagi-lagi dilakukan evaluasi dimana siklus PBL tetap jumlahnya tiga kali namun tujuan PBL II yang berubah dimana PBL ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi aset, sementara tujuan PBL tetap yaitu melakukan pengumpulan data, identifikasi masalah kesehatan, sementara PBL III bertujuan melakukan intervensi program.  

Oleh karena itu, kehadiran pimpinan fakultas secara langsung menandakan dukungan penuh terhadap proses pembelajaran yang aplikatif dan berbasis komunitas ini. Dekan bahkan juga melakukan kunjungan kepada semua tim pameran atau Expo.

Dalam sambutannya, Dekan FKM Unhas lebih lanjut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kreativitas mahasiswa. “Ada banyak aset yang bisa ditemui di masyarakat, seperti tukang, dan lain sebagainya. Ini juga merupakan salah satu aset yang bisa dimanfaatkan untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui forum ini, diharapkan mahasiswa semakin terlatih dalam membaca potensi lokal dan menjadikannya sebagai fondasi utama dalam merancang intervensi kesehatan,” ujar Dekan.

Selain itu, Ketua pengelola PBL II, Bapak Dian Saputra Marzuki, S.KM.,M.Kes. mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para supervisor PBL atas kehadiran dan bimbingannya, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mewujudkan expo ini. 

Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua.” ujar

Melalui expo ini, mahasiswa tidak hanya memaparkan permasalahan kesehatan yang ditemui di lapangan, tetapi lebih menitikberatkan pada visualisasi dan analisis terhadap berbagai aset komunitas yang dapat menjadi modal utama pembangunan kesehatan. Setiap kelompok posko PBL II, menyajikan hasil karya mereka dalam bentuk peta aset (asset mapping), infografis, foto dokumentasi, dan narasi analitis yang menarik. 

Aset yang dipetakan mencakup aset sarana dan prasarana (seperti fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah), aset individu (kader, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan), aset institusi (lembaga adat, kelompok arisan, karang taruna), aset ekonomi (UMKM, koperasi), aset sosial-budaya, serta aset sumber daya alam yang dimiliki oleh komunitas. Presentasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan merancang strategi pemanfaatan aset untuk pemecahan masalah kesehatan secara partisipatif.

Kegiatan Expo ini berlangsung sangat kreatif, inovatif dimana setiap posko menampilkan berbagai bentuk kegiatan yang dilakukan yang disajikan dalam bentuk poster. 

Dialog berlangsung cukup interaktif bagi para dosen yang melakukan kunjungan pada pameran mahasiswa tersebut.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *