MAKASSAR,- Sebanyak 110 mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dijadwalkan akan melaksanakan kegiatan Evidence Based Learning yang pertama di Kabupaten Pangkep. Kegiatan EBL kali ini merupakan kegiatan pertama diluar Kota Makassar.
Mahasiswa akan tersebar di 13 desa di Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep. Terdapat tiga wilayah kerja Puskesmas yang menjadi sasaran untuk kegiatan EBL 1 ini, yakni Puskesmas Labakkang, Puskesmas Pundata Baji, dan Puskesmas Taraweang. Sebelum turun ke posko masing-masing, mahasiswa serta supervisor yang terdiri dari dosen prodi ilmu gizi diterima oleh Kepala Camat Kecamatan Labakkang.
Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Camat Labakkang, yang dihadiri juga oleh pejabat setempat dari 13 desa yang menjadi sasaran dari pelaksanaan kegiatan EBL 1 ini. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (19/01) siang ini, dibuka dengan sambutan dari Safrullah Amir, S.Gz., MPH., sebagai Ketua Pengelola EBL Program Studi S1 Ilmu Gizi.
“Kegiatan EBL 1 yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Pangkep merupakan wujud kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah kabupaten Pangkep dalam menangani masalah gizi-kesehatan di masyarakat”, ujarnya.
Tidak lupa, ungkapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep, Kecamatan Labakkang dan Desa Kelurahan yang telah berkenan menerima mahasiswa Prodi S1 Ilmu Gizi untuk melaksanakan kegiatan EBL 1.
Sambutan hangat juga disampaikan oleh Sekertaris Camat Kecamatan Labakkang, H. Abd. Rahman, S.H.I., Beliau sangat antusias dengan kedatangan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan EBL diwilayah kerjanya.
“Besar harapan dari Pemerintahan setempat bahwa kegiatan EBL ini bisa berjalan dengan baik dan akan memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat khususnya dalam menangani masalah gizi utamanya stunting.”
Beliau juga menambahkan bahwa data-data yang nantinya terkumpul dari kegiatan EBL 1 ini akan sangat bermanfaat khususnya dalam perencanaan dan pengambilan keputusan oleh pemerintah daerah.
Kegiatan EBL 1 ini merupakan kegiatan awal dari empat rangkaian EBL yang akan dilaksanakan ditempat yang sama. Pada EBL 1 ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami Selama dua minggu (19 Januari – 01 Februari 2026) mahasiswa akan bermukim di 13 posko.
Sebagai bagian dari visi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, kegiatan Evidence-Based Learning diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, empati sosial, dan keterampilan praktis dalam menangani masalah gizi di tingkat masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan EBL 1 di Kabupaten Pangkep ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi nutrisionis muda yang siap berkontribusi bagi peningkatan kesehatan bangsa.
















