Makassar — Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis (Yamali TB) Sulawesi Selatan resmi melakukan kick off Program Sentra TBC Anak sebagai upaya memperkuat penanggulangan tuberkulosis pada anak dan remaja di Sulawesi Selatan. Kegiatan kick off ini dilaksanakan di BSI UMKM, Jalan Sungai Saddang, Kota Makassar, Kamis, 18 Desember 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penanggung Jawab Program TBC Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Julia Junus, Senior Manager Yamali TB, Wahriyadi, Ketua Yamali TB, Kasri Riswadi, serta Health Specialist UNICEF untuk wilayah Sulawesi dan Maluku, Badwi M Amin. Program ini merupakan hasil kolaborasi Yamali TB dengan dukungan UNICEF Indonesia dan melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai mitra strategis.
Dalam sambutannya, Andi Julia Junus menegaskan bahwa penanggulangan TBC anak masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam aspek deteksi dini dan pelaporan kasus, khususnya pada anak usia balita. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan anak-anak yang terdampak TBC mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat serta berkelanjutan.
Senior Manager Yamali TB, Wahriyadi, menyampaikan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia, termasuk pada kelompok anak. “Program Sentra TBC Anak hadir sebagai respon atas tantangan penemuan dan penanganan kasus TBC anak di Sulawesi Selatan, dengan pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Ketua Yamali TB, Kasri Riswadi, menjelaskan bahwa Program Sentra TBC Anak akan diimplementasikan di tiga wilayah piloting, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Pinrang. Program ini tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi juga melibatkan sektor pendidikan, perlindungan anak, sosial, organisasi masyarakat sipil, serta media dalam upaya mendukung deteksi dini, pengobatan tuntas, dan pengurangan stigma terhadap anak dan keluarga terdampak TBC.
Sementara itu, Health Specialist UNICEF Sulawesi dan Maluku, Badwi M Amin, menyampaikan dukungan UNICEF Indonesia terhadap inisiatif ini. Menurutnya, pendekatan komprehensif dan lintas sektor sangat penting dalam penanggulangan TBC anak, mengingat faktor sosial, lingkungan, dan perlindungan anak turut memengaruhi keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup anak.
Kick off program ini menjadi pertemuan tingkat provinsi yang bertujuan untuk memperkenalkan dan meluncurkan Program Sentra TBC Anak, mengidentifikasi pemangku kepentingan, serta menyusun strategi implementasi berbasis data dan analisis situasi di daerah. Selanjutnya, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan pertemuan di tingkat kabupaten dan kota di Makassar, Gowa, dan Pinrang untuk menginternalisasi program, memetakan peran lintas sektor, serta menyusun langkah-langkah pelaksanaan dan keberlanjutan program di tingkat daerah.
Melalui Program Sentra TBC Anak, Yamali TB bersama para mitra berharap dapat memperkuat sistem penanganan TBC anak di Sulawesi Selatan, meningkatkan akses layanan yang ramah anak, serta memastikan perlindungan dan pendampingan yang optimal bagi anak-anak selama proses diagnosis dan pengobatan.
















