MAKASSAR — Semangat melestarikan budaya daerah tampak terasa di Hotel Karebosi Premier, Kamis (5/11/2026), saat berlangsungnya kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu. Kegiatan ini digelar khusus untuk menumbuhkan rasa cinta sekaligus menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah Makassar di kalangan generasi muda.
Ketua Panitia Pelaksana, Suraeti Djamaluddin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk mengajak anak-anak muda lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya leluhur melalui berbagai ajang kreatif. “Kegiatan ini diadakan agar anak-anak bisa menumbuhkan dan melestarikan kebudayaan daerah Makassar,” ujarnya.
Dalam festival tersebut, peserta dibagi ke dalam tiga cabang lomba, yaitu Lomba Aksara Lontara, Lomba Baca Puisi, dan Lomba Parodi. Antusiasme peserta terlihat luar biasa. Sebanyak 150 anak mengikuti Lomba Aksara Lontara, 100 peserta berlaga dalam Lomba Baca Puisi, dan 66 peserta turut berkreasi dalam Lomba Parodi. Tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap budaya daerah masih sangat besar.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi yang sangat baik dari berbagai sekolah di Kota Makassar. Para pihak berharap, semangat yang ditunjukkan anak-anak hari ini dapat terus terjaga. Harapannya, Festival Tunas Bahasa Ibu ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi upaya pelestarian budaya daerah di masa-masa mendatang.















