Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Jadi Tuan Rumah OBA 9 Tingkat Sulsel, PPM Al-Fityan Gowa Tegaskan Komitmen Membumikan Bahasa Arab

×

Jadi Tuan Rumah OBA 9 Tingkat Sulsel, PPM Al-Fityan Gowa Tegaskan Komitmen Membumikan Bahasa Arab

Sebarkan artikel ini

GOWA, — Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Fityan Gowa menjadi tuan rumah pelaksanaan Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar oleh Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan ini mempertemukan para peserta dari berbagai madrasah dan sekolah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dalam ajang kompetisi sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat pembelajaran dan kecintaan terhadap Bahasa Arab di kalangan pelajar dan guru.

Example 500x700

Pelaksanaan OBA 9 tingkat Sulawesi Selatan di PPM Al-Fityan Gowa dihadiri langsung oleh Ketua Forum MGMP Bahasa Arab Sulawesi Selatan, Salihuddin, S.Ag., HQ serta Kasi PD Pontren Kemenag Gowa, Sardy Yoelfa, S.STP., M.Si.

Dalam sambutan pembukaan, Direktur Yayasan Al-Fityan Cabang Gowa Muhammad Fauzi Rahman, Lc menegaskan bahwa menjadi tuan rumah OBA 9 bukan sekadar bentuk dukungan terhadap kegiatan kompetisi Bahasa Arab, tetapi juga bagian dari komitmen lembaga dalam mengembangkan dan membumikan Bahasa Arab.

“Kami berkomitmen membumikan Bahasa Arab ini. Bagi kami, Bahasa Arab bukan sekadar bahasa yang dipelajari di ruang kelas, tetapi bahasa yang memiliki posisi penting dalam kehidupan umat Islam,” ungkapnya,”

Menurutnya, Bahasa Arab memiliki kedudukan istimewa karena merupakan bahasa Alquran. Karena itu, penguasaan Bahasa Arab tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga menjadi salah satu pintu untuk memahami sumber-sumber utama ajaran Islam.

“Bahasa Arab adalah bahasa Alquran. Dengan mempelajarinya, kita tidak hanya belajar sebuah bahasa, tetapi juga membuka jalan untuk memahami Alquran, khazanah keislaman, dan warisan intelektual umat Islam,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa Bahasa Arab memiliki peran penting dalam perjalanan peradaban Islam. Berbagai karya keilmuan dan pemikiran yang lahir dalam sejarah Islam banyak ditulis dan dikembangkan dalam Bahasa Arab.

Karena itu, menurutnya, generasi muda perlu memiliki kedekatan dengan Bahasa Arab, bukan hanya sebagai bagian dari pembelajaran formal, tetapi sebagai bagian dari budaya intelektual dan identitas keislaman.

“Kalau kita ingin membangun generasi yang memiliki kedalaman keislaman sekaligus wawasan peradaban, maka Bahasa Arab harus mendapatkan perhatian. Kita ingin Bahasa Arab tidak hanya dipelajari, tetapi benar-benar hidup dan membumi di tengah-tengah generasi muda,” ujarnya.

OBA 9 tingkat Sulawesi Selatan menjadi salah satu momentum untuk mewujudkan komitmen tersebut. Melalui kompetisi, para peserta tidak hanya diuji kemampuan dan penguasaan Bahasa Arab, tetapi juga didorong untuk terus meningkatkan minat, motivasi, dan kepercayaan diri dalam mempelajarinya.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan melahirkan semakin banyak generasi yang mencintai Bahasa Arab. Semoga dari kegiatan ini lahir para pelajar yang tidak hanya mampu berkompetisi, tetapi juga mampu menjadikan Bahasa Arab sebagai bagian dari perjalanan keilmuan mereka,” tutupnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *