Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Wali Kota Makassar Janji Tuntaskan Gedung Pertunjukan Sebelum 2028, Minta DKM Jadi Motor Kebangkitan Budaya

×

Wali Kota Makassar Janji Tuntaskan Gedung Pertunjukan Sebelum 2028, Minta DKM Jadi Motor Kebangkitan Budaya

Sebarkan artikel ini

Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem seni dan budaya Kota Makassar dengan menuntaskan pembangunan gedung pertunjukan sebelum 2028. Komitmen itu disampaikan saat melantik pengurus Dewan Kesenian Makassar (DKM) periode 2026-2031 di Phinisi Point Mall, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurut Munafri, Makassar sebagai kota besar harus mampu menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada kebudayaan sebagai fondasi peradaban.

Example 500x700

“Kota besar harus mampu menunjukkan keseimbangan. Kebudayaan adalah bagian penting dalam membangun kota yang besar. Persoalannya selama ini, kita belum maksimal mengeksplorasi potensi yang kita miliki,” ujarnya.

Munafri mengakui hingga saat ini Makassar masih memiliki “utang” kepada para pelaku seni karena belum mampu menyediakan ruang pertunjukan yang representatif.

“Hari ini Makassar masih berutang karena belum mampu mewujudkan tempat pertunjukan yang layak. Insya Allah sebelum 2028 kita tuntaskan.”

Ia menilai Makassar memiliki banyak talenta seni yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. Namun, banyak di antaranya justru berkembang di luar daerah karena terbatasnya ruang berekspresi di kota sendiri.

“Kota ini punya banyak talenta. Mereka melanglang buana, tetapi tidak tumbuh besar di Makassar karena ruang untuk berkarya belum tersedia.”

Karena itu, Munafri berharap Dewan Kesenian Makassar menjadi jembatan antara pemerintah dan insan seni dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebudayaan.

“Saya tidak ingin pelantikan ini hanya menjadi seremonial. Pemerintah tidak akan membiarkan DKM berjalan sendiri. Saya minta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyiapkan tim yang kuat agar sinergi ini berjalan dengan baik.”

Ia juga mengingatkan agar DKM lebih fokus menggali berbagai keunggulan yang dimiliki Makassar daripada terjebak pada berbagai persoalan internal.

“Eksplorasi berbagai kelebihan yang kita miliki. Jangan justru menutupinya dengan berbagai kekurangan. Kita tidak akan menjadi besar kalau terus memelihara konflik. Yang kita butuhkan adalah sinergi dan kolaborasi.”

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Makassar, Juniar Arge, menyebut amanah memimpin DKM merupakan ikhtiar untuk mewujudkan pesan orang tuanya yang disampaikan sebelum wafat.

“Sebelum meninggal, orang tua saya berpesan, ‘Jun, tolong kau jaga DKM. Rawat dan perhatikan DKM sebagai ladang sekaligus oase bagi teman-teman seniman Makassar. Supaya DKM terus melahirkan seniman dan tokoh yang membanggakan Makassar.’ Alhamdulillah, hari ini amanah itu mulai bisa kami wujudkan.”

Juniar menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Makassar atas dukungan terhadap DKM.

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah menerbitkan SK kepengurusan dan hadir langsung melantik kami. Insya Allah kami akan istiqamah merawat DKM, merawat kebudayaan, dan ikut menjaga peradaban Makassar. Kami siap berkontribusi bagi pengembangan seni dan budaya di Kota Makassar.” ($)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *