Bulukumba — Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Akuntansi (S1), Jurusan Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (FEB UNM) melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan bertajuk “Pendampingan Pelaporan Keuangan Berbasis ISAK 35 dalam Mewujudkan Tata Kelola Pesantren yang Berkelanjutan” pada 22–23 Mei 2026 di Ruang Pertemuan Kahayya, Gedung Pinisi Bulukumba.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pondok Pesantren Tahfizul Quran Nurussunnah Bulukumba sebagai mitra pengabdian. Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas pengurus yayasan dan pengelola keuangan pesantren mengikuti kegiatan tersebut secara antusias.
Tim pengabdi dipimpin oleh Warka Syachbrani dengan anggota tim Lukman Dahlan, Alia Rezki Amalia, Irene Ipal Parinding, dan Nur Abshari Abbas. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat, khususnya lembaga pendidikan keagamaan, melalui penguatan tata kelola dan literasi keuangan berbasis standar akuntansi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan difokuskan pada pengenalan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan berbasis ISAK 335, yakni standar akuntansi yang mengatur penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba. Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar pentingnya laporan keuangan yang akuntabel, pengenalan komponen laporan keuangan yayasan dan pesantren, hingga praktik sederhana penyusunan laporan keuangan sesuai standar.
Narasumber, Lukman Dahlan, menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun tata kelola pesantren yang transparan, profesional, dan berkelanjutan.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas pengelolaan keuangan menjadi penting agar lembaga dapat menjalankan fungsi pendidikan dan sosialnya secara lebih akuntabel serta mampu beradaptasi dengan tuntutan tata kelola modern,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa masih banyak lembaga nonlaba, termasuk pesantren dan yayasan pendidikan, yang menghadapi tantangan dalam menyusun laporan keuangan sesuai standar akuntansi. Melalui kegiatan pendampingan ini, tim pengabdi berharap peserta tidak hanya memahami konsep dasar pelaporan keuangan, tetapi juga mampu mulai menerapkannya dalam pengelolaan administrasi lembaga sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama pada sesi diskusi dan praktik penyusunan laporan keuangan. Para peserta aktif menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan administrasi dan pencatatan keuangan lembaga.
Salah seorang peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya penyusunan laporan keuangan yang sistematis dan sesuai standar, terutama untuk mendukung transparansi pengelolaan dana pesantren dan yayasan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami arti penting pelaporan keuangan berbasis standar akuntansi serta memiliki kemampuan awal dalam menyiapkan laporan keuangan yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Selain meningkatkan literasi keuangan pengelola pesantren, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat tata kelola kelembagaan pesantren secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi akademisi Program Studi Akuntansi FEB UNM dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan kualitas tata kelola organisasi berbasis pendidikan dan keagamaan.
















