Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Integrasi Riset dan Praktik Global Health: Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Unhas Eksplorasi Publikasi Ilmiah dan Sistem Kesehatan di Malaysia–Singapura

×

Integrasi Riset dan Praktik Global Health: Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Unhas Eksplorasi Publikasi Ilmiah dan Sistem Kesehatan di Malaysia–Singapura

Sebarkan artikel ini

Malaysia–Singapura, April 2026 — Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat) Universitas Hasanuddin berhasil melaksanakan kegiatan workshop internasional dan benchmarking selama lima hari di Malaysia dan Singapura. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik, peningkatan kualitas riset, serta perluasan perspektif global dalam bidang kesehatan masyarakat. 

Kegiatan ini diikuti oleh delegasi yang terdiri dari 30 mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat dan didampingi oleh tiga dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, yaitu Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M.Kes, MScPH., Prof. Dr. Masni, Apt., MSPH., serta Jumriani Ansar, SKM., M.Kes. Pendampingan ini turut memperkuat proses pembelajaran melalui pengayaan akademik dan diskusi ilmiah selama kegiatan berlangsung.

Example 500x700

Di Malaysia, kegiatan berlangsung pada 9–10 April 2026 melalui workshop bertema “Mastering in Publishing: A Step-by-Step Writing Workshop” yang diselenggarakan di Saito University College dirangkaikan dengan kunjungan akademik ke Pantai Hospital Bangsar, Kuala Lumpur. Workshop ini menghadirkan pembicara berpengalaman yang membahas secara komprehensif strategi publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional.

Suasana workshop berlangsung interaktif, di mana mahasiswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi, praktik penyusunan artikel, serta simulasi proses publikasi ilmiah. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan mendalam, khususnya dalam memahami alur publikasi dari tahap penulisan hingga proses peer review. 

Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif selama sesi berlangsung, yang mencerminkan tingginya minat dalam meningkatkan kapasitas akademik di bidang penelitian dan publikasi ilmiah.

Melalui sesi knowledge-sharing, mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses penulisan artikel ilmiah yang sistematis, mulai dari perumusan ide penelitian, penyusunan manuskrip, hingga strategi publikasi pada jurnal ber-impact factor. Selain itu, mahasiswa juga dibekali dengan keterampilan dalam menyusun artikel review, memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), serta penggunaan perangkat lunak bibliometrik untuk memperkuat analisis data dan pemetaan penelitian. Hal ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas riset berbasis data sekaligus memperkuat daya saing akademik di tingkat global.

Kunjungan ke rumah sakit di Malaysia turut memberikan pengalaman praktis yang berharga. Mahasiswa melihat secara langsung implementasi sistem pelayanan kesehatan yang telah terintegrasi secara digital, termasuk penggunaan teknologi dalam manajemen layanan, pencatatan rekam medis elektronik, serta sistem surveilans epidemiologi yang responsif. Pengalaman ini memperkaya wawasan mahasiswa dalam memahami pentingnya sistem kesehatan yang adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi dalam meningkatkan efisiensi serta kualitas pelayanan.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga mendapatkan insight mengenai best practice dalam tata kelola sistem kesehatan (health governance), termasuk bagaimana kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri dapat menciptakan sistem layanan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Selanjutnya, kegiatan di Singapura difokuskan pada pembelajaran berbasis observasi sistem pembangunan kota yang terintegrasi. Mahasiswa mengkaji bagaimana sektor kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur, sosial ekonomi, pariwisata, serta budaya saling terhubung dalam satu sistem yang terencana dengan baik. 

Integrasi lintas sektor tersebut menjadi contoh nyata pendekatan whole-of-system dalam kesehatan masyarakat, yang tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan semata, tetapi juga determinan sosial yang memengaruhi derajat kesehatan masyarakat.

Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam melihat kesehatan masyarakat secara lebih komprehensif, sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang holistik dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan benchmarking internasional ini memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. 

Selain memperkuat kemampuan analitis dan kritis, kegiatan ini juga memperluas jejaring internasional serta memberikan landasan yang kuat dalam pengembangan riset dan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih responsif, adaptif, dan berkelanjutan.

Salah satu mahasiswa, Muhammad Resky Maulana, menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut:

“Kegiatan ini benar-benar memberikan pengalaman akademis yang seru dan berbeda. Kami tidak hanya belajar teori di workshop, tapi juga melihat langsung bagaimana sistem kesehatan yang sudah maju itu berjalan. Mulai dari cara pengelolaan rumah sakit, penggunaan teknologi, sampai integrasi sistemnya. Hal ini kemudian menjadi bekal penting buat kami ke depan, khususnya dalam penelitian dan saat nanti terjun langsung di lapangan. 

Intinya, setelah kegiatan ini, wawasan kami jadi jauh lebih terbuka dan aplikatif.” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk berkontribusi dalam penguatan sistem kesehatan di Indonesia yang lebih inovatif, terintegrasi, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *