Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Ikhtiar Antisipasi Peningkatan Kasus Perceraian, LPKS BKPRMI Sulsel Bina Persatuan Orang Tua Santri TPA

22
×

Ikhtiar Antisipasi Peningkatan Kasus Perceraian, LPKS BKPRMI Sulsel Bina Persatuan Orang Tua Santri TPA

Sebarkan artikel ini

Maros — Tingginya angka perceraian yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kondisi ini dinilai sebagai salah satu persoalan sosial yang membutuhkan inisiatif bersama guna menumbuhkan kesadaran, kedewasaan, dan ketahanan dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan tersebut, Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah (LPKS) BKPRMI Sulawesi Selatan berikhtiar melakukan langkah antisipatif melalui penguatan pembinaan keluarga. Komitmen ini ditegaskan dalam agenda Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Maros, Minggu (1/3/2026).

Example 500x700

Melalui forum tersebut, LPKS BKPRMI Sulsel mengembangkan pembinaan kepada masyarakat yang diwadahi dalam Persatuan Orang Tua Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (POS TPA). Program ini dirancang sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi keluarga melalui pendekatan keagamaan dan edukatif.

Direktur Wilayah LPKS BKPRMI Sulsel, Hj. Meryati Ros menyampaikan bahwa selama ini pembinaan TK-TPA lebih banyak berfokus pada anak-anak sebagai santri. Namun ke depan, pembinaan akan diperluas dengan menyasar para orang tua santri agar mendapatkan pemahaman agama yang lebih komprehensif.

“Melalui pembinaan Persatuan Orang Tua Santri ini, diharapkan bukan hanya anak-anaknya yang dibina, tetapi orang tua juga dibekali pemahaman keagamaan yang kuat. Nilai-nilai inilah yang diharapkan menjadi tameng dalam menghadapi berbagai ujian rumah tangga,” ujarnya.

Program pembinaan ini akan mencakup edukasi tentang ketahanan keluarga, komunikasi dalam rumah tangga, penguatan nilai-nilai sakinah mawaddah warahmah, serta peran orang tua dalam mendidik anak di era modern. Dengan pendekatan ini, LPKS BKPRMI Sulsel berharap dapat berkontribusi dalam menekan angka perceraian sekaligus membangun keluarga yang harmonis dan religius.

Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan keluarga merupakan bagian penting dari gerakan dakwah BKPRMI yang berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan generasi Qur’ani tidak dapat dipisahkan dari kualitas keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

“BKPRMI selama ini dikenal melalui pembinaan TPA dan remaja masjid. Namun kita menyadari bahwa keberhasilan pembinaan anak sangat ditentukan oleh ketahanan keluarga. Karena itu, pembinaan orang tua santri menjadi langkah strategis untuk menghadirkan keluarga yang sakinah dan masyarakat yang lebih kuat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa meningkatnya kasus perceraian harus dijawab dengan pendekatan preventif melalui edukasi keagamaan, dialog keluarga, serta penguatan nilai spiritual dalam kehidupan rumah tangga.

“Silakwil ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi ikhtiar dakwah sosial untuk memperkuat keluarga muslim agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan iman, ilmu, dan akhlak,” tambahnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BKPRMI Sulawesi Selatan untuk tidak hanya fokus pada pembinaan generasi muda melalui TPA, tetapi juga memperkuat pilar utama pendidikan, yakni keluarga.

Diharapkan melalui kolaborasi antara lembaga, masyarakat, dan para orang tua santri, tercipta keluarga-keluarga tangguh yang mampu menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya masyarakat yang berakhlak dan sejahtera.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *