Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Hadiri Buka Puasa Bersama Pengurus ICMI Pusat di Kediaman Kepala BRIN

44
×

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Hadiri Buka Puasa Bersama Pengurus ICMI Pusat di Kediaman Kepala BRIN

Sebarkan artikel ini
Screenshot

JAKARTA, 25 Februari 2026 – Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menghadiri acara buka puasa bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang diselenggarakan di kediaman Kepala Badan Riset dan Inovasi Profesor Arif Satria .

Acara yang berlangsung dalam suasana khas Ramadan menjadi wadah bagi Tamsil Linrung untuk menyampaikan pandangan tentang peran cendekiawan dan makna puasa yang lebih mendalam bagi bangsa.

Example 500x700

Dalam kesempatan tersebut, Tamsil Linrung menegaskan bahwa esensi puasa di bulan Ramadan tidak hanya terletak pada aspek ibadah individu. Menurutnya, puasa harus diubah menjadi kekuatan kolektif yang mampu mendorong perubahan positif bagi masyarakat.

“Kita harus menyadari bahwa Al-Qur’an turun pertama kali di bulan Ramadan dengan perintah Iqra’ – membaca. Ini bukan hanya tentang membaca teks, tetapi juga membaca realitas yang terjadi di sekitar kita, membaca dinamika zaman, dan membaca tanggung jawab sejarah yang harus kita emban bersama,” ujar Tamsil Linrung.

Bersama para cendekiawan dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset se-Indonesia, Tamsil Linrung dan Seluruh Peserta buka puasa yang hadir membahas sejumlah pertanyaan besar tentang arah perkembangan bangsa, masa depan ilmu pengetahuan nasional, serta tanggung jawab moral generasi terdidik.

Tamsil Linrung juga mengajak  untuk mengambil pelajaran dari sejarah peradaban Islam yang megah. Ia menyebutkan bahwa ketika Baghdad dan Andalusia menjadi pusat peradaban dunia, para ilmuwan Muslim tidak sekadar menghafal pengetahuan lama, melainkan aktif menggali temuan baru dan mengembangkan pemikiran yang menjadi dasar kemajuan ilmu pengetahuan dunia.

“Warisan tradisi intelektual itu harus kita hidupkan kembali di Indonesia. Kita memiliki banyak sumber daya intelektual, namun perlu lebih banyak yang berani menjadikan ilmu sebagai energi perubahan,” tutupnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *