BONE – Jamaah Masjid Nurul Yaqin Desa Galung ,Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki tradisi yang patut dicontoh oleh jamaah masjid lainnya dalam membangun keakraban dan ukhuwah Islamiyyah.
Di masjid ini, setiap usai shalat Magrib sudah menjadi rutinitas mengadakan tudang sipulung atau duduk bersama sambil menunggu waktu shalat Isya. Mereka mengisinya dengan ngopi bareng bersama atau biasa disebutnya tudang sipulung jamaah. Tempat ngopi di samping kiri pelataran masjid.
“Beginilah cara kami merawat silaturahmi bersama jamaah Masjid Nurul Yaqin untuk membina keakraban sekaligus membangun Ukhuwah Islamiyyah. Jamaah memprakarsai ngopi bareng seraya seruput kopi dan menikmati penganan seadanya” ujar Dr H Sulthani SH MH, Ketua Pengurus Masjid Nurul Yaqin saat tudang sipulung, usai shalat Magrib, Rabu, 20 Agustus 2025. Tentu saja, lanjut dia, tudang sipulung ini dilakukan usai shalat dan dzikir. Bahkan, saat ini pihak remaja masjid memprogramkan mangkul Al Qur’an agar jamaah memahami tajwid dan terjemahan Al Qur’an.
Dijelaskan Hendri Kartono yang akrab disapa Kanto, Ketua Remaja Masjid Nurul Yaqin, kegiatan tudang sipulung mulai berlangsung sejak masjid ini direnovasi. Kondisi masjid saat ini dalam tahap penyelesaian pembangunan. “Pembangunan masjid ini dimulai dengan membongkar masjid lama, kemudian membangun masjid baru dengan konsep lantai dua, sumber dana berasal dari donatur warga Desa Galung yang berdomisili di luar Galung serta donasi warga dengan konsep berutang pada Allah minimal Rp.5.000.000,- tiap kepala keluarga. Pada umumnya pekerjaan warga adalah petani jagung ,” katanya.
Jumlah jamaah pun, lanjut dia, terus bertambah. “Alhamdulillah, jumlah jamaah saat ini terus bertambah,” katanya.
Penggunaan masjid Nurul Yaqin, menurut Dr H Sulthani, SH MH, advokat senior yang bermukim di Kota Makassar ini, bukan hanya warga Desa Galung saja, tapi juga warga yang lewat. “Kebetulan letak masjid kita ini berada di jalur jalan poros menuju Watampone, Makassar, Soppeng dan Wajo. Banyak yang singgah shalat,” katanya.
Diapun berharap warga sekitar terus memakmurkan masjid ini sehingga menjadi tempat ibadah yang nyaman. “Kami masih sangat berharap donasi untuk pembangunan teras lantai dua, plafon dengan pemasangan keramik dinding luar,” katanya. (*)