Madrid, 14 Mei 2025 — Dalam suasana penuh khidmat di jantung demokrasi Spanyol, Presiden Cortes Generales, Mr. Pedro Rollán Ojeda, menerima secara resmi delegasi Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI yang dipimpin oleh Tamsil Linrung, Wakil Ketua DPD RI. Dalam pidatonya yang menggugah, Tamsil menyampaikan pesan kuat atas solidaritas global, keadilan kemanusiaan, serta visi kemitraan strategis antara Indonesia dan Spanyol.
Mengawali sambutannya di hadapan para anggota parlemen Spanyol dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol, Dr. Muhammad Najib, Tamsil menyebut Cortes Generales sebagai “jantung demokrasi negeri matador” — simbol kejayaan masa lalu dan semangat solidaritas di masa kini.
“Kami datang dari belahan dunia yang jauh, dengan hati penuh kekaguman. Kunjungan ini bukan sekadar diplomasi protokoler, tapi bentuk penghormatan atas keberanian Spanyol dalam mengibarkan panji-panji kemanusiaan,” ucap Tamsil Linrung.
Pernyataan tersebut merujuk pada sikap tegas Pemerintah Spanyol dalam mendukung kemerdekaan Palestina, termasuk pengakuan resmi terhadap Negara Palestina (Mei 2024), pembatalan kontrak pertahanan dengan Israel (April 2025), serta seruan Perdana Menteri Pedro Sánchez di Mahkamah Internasional untuk menjamin akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.
“Langkah-langkah berani ini adalah cahaya harapan bagi dunia yang merindukan keadilan. Suara Spanyol adalah suara nurani umat manusia,” tegas Tamsil.
Dalam pidato yang berbalut semangat diplomasi dan rasa hormat, Tamsil menyatakan bahwa DPD RI sebagai lembaga tinggi negara yang merepresentasikan 280 juta rakyat Indonesia di 38 provinsi, memegang teguh nilai kemanusiaan dan keadilan. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama parlementer sebagai jalan membangun dunia yang lebih adil dan beradab.
Kunjungan ini, menurut Tamsil, bukan hanya menjadi forum pertukaran pengetahuan tata kelola parlemen dan pengelolaan anggaran, tetapi juga simbol penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Spanyol. Delegasi DPD RI juga mengundang pihak Cortes Generales untuk melakukan kunjungan balasan ke Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas kolaborasi lintas bidang.
Menyinggung visi Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Tamsil memperkenalkan kerangka strategis Indonesia Emas 2045, yang menekankan pada pemerataan kesejahteraan, reformasi birokrasi, dan distribusi keadilan. Ia menyampaikan bahwa model pengelolaan anggaran parlemen Spanyol yang modern dan transparan menjadi inspirasi penting bagi DPD RI dalam meningkatkan akuntabilitas anggaran publik di Indonesia.
Dalam suasana penuh keakraban namun sarat makna politik global, Tamsil mengumumkan bahwa delegasinya akan menunda kepulangan ke Indonesia guna menjadi saksi sejarah atas deklarasi dukungan internasional terhadap Palestina yang akan digagas oleh Spanyol dalam waktu dekat.
“Kami memilih tinggal. Karena ada nilai yang lebih besar dari sekadar protokol — yaitu berdiri di sisi sejarah yang benar,” Pungkasnya.