Maros -Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) bersama Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ) dan Tahfidzul Qur’an Darul Istiqamah Gowa resmi menjalin kerjasama strategis dengan Akademi Tahsin dan Tajwid (ATT). Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an melalui program pelatihan intensif bagi para tenaga pengajar.
Penandatanganan MoU berlangsung dalam acara Stadium General bertajuk “Menguasai Tahsin dan Tajwid dengan Metode AlJazi”, yang digelar Ahad (3/8/2025) di Kampus SPIDI, Maccopa, Kabupaten Maros. Hadir dalam acara tersebut, Ustadz Ahmad Jazee, founder ATT sekaligus pencetus Metode AlJazi.
Kerjasama ini difokuskan pada pelatihan intensif bagi 20 tenaga pengajar terpilih dari SPIDI-SADIQ dan Tahfidzul Qur’an Darul Istiqamah Gowa. Program ini dirancang agar para peserta tidak hanya fasih dalam membaca Al-Qur’an, namun juga mampu menjadi trainer yang akan menyalurkan ilmu tersebut kepada para santri.
“Melalui program ini, nantinya 20 peserta yang telah dilatih akan melanjutkan tugasnya sebagai trainer untuk mengajarkan ilmunya. Harapannya, seluruh santri SPIDI akan memiliki bacaan Al-Qur’an yang fasih dan berstandar sanad,” ujar Ustadz Ahmad Jazee.
Ia juga menegaskan bahwa program ini diharapkan membawa dampak luas ke sekolah-sekolah lain yang berafiliasi dengan SPIDI. Dengan demikian, kualitas pembelajaran Al-Qur’an bisa merata dan terstandarisasi di seluruh jaringan pendidikan Darul Istiqamah.
Dalam sambutannya, Dewan Pembina SPIDI-SADIQ, Ustadz Muzayyin Arif, M.Pd., menekankan bahwa Al-Qur’an adalah pondasi utama dari visi sekolah.
“Sejak awal SPIDI didirikan, yang pertama kali kita tetapkan adalah bahwa sekolah ini berbasis pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Itu sudah clear sejak awal. Maka dari itu, semangat kita terhadap penguatan Al-Qur’an tidak boleh melemah, surut, harus didorong dan ditingkatkan terus, dan harus hadir di setiap jiwa insan-insannya, civitas-civitasnya,” tegas Ustadz Muzayyin.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang Qur’ani, di mana seluruh civitas akademika—baik guru maupun siswa—memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan benar, fasih, dan sesuai kaidah. SPIDI-SADIQ juga menargetkan lahirnya guru dan santri yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki sanad profesional yang diakui secara resmi.
Program ini menjadi langkah awal SPIDI-SADIQ dalam mencetak generasi pengajar Al-Qur’an yang kompeten dan bersanad, sejalan dengan visinya menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dan terpercaya.