Makassar, 16 Desember 2025 — Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung melaksanakan kegiatan Sosialisasi Daerah Pemilihan (Sosdapil) yang dirangkaikan dengan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kota Makassar, Minggu (15/12/2025). Kegiatan ini menekankan pentingnya 4 Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—sebagai landasan pemersatu bangsa di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks.
Acara yang berlangsung di Makassar tersebut dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah warga setempat. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif.
Dalam sambutannya, Tamsil menegaskan bahwa persatuan nasional tidak bisa hanya dijaga dengan simbol, tetapi harus ditopang oleh pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan yang kokoh.
“4 Pilar Kebangsaan adalah fondasi yang menyatukan kita sebagai bangsa. Di tengah perbedaan suku, agama, bahasa, dan pandangan politik, nilai-nilai inilah yang menjadi perekat kebersamaan kita,” ujar Tamsil.
Ia mengingatkan bahwa polarisasi, disinformasi, dan politik identitas dapat menggerus kohesi sosial jika tidak diimbangi dengan penguatan nilai kebangsaan. Karena itu, sosialisasi 4 Pilar harus terus dilakukan, bukan hanya kepada aparatur negara, tetapi juga kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.
Tamsil juga menekankan bahwa persatuan bangsa harus berjalan seiring dengan keadilan sosial. Menurutnya, persatuan akan semakin kuat jika masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara merata.
Dalam sesi dialog, peserta menyampaikan berbagai pandangan terkait tantangan persatuan nasional, peran pemuda dalam menjaga kebhinekaan, serta pentingnya pendidikan karakter di sekolah dan kampus. Tamsil merespons dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam merawat persatuan melalui kerja sosial, dialog lintas komunitas, dan sikap saling menghormati.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kesadaran kebangsaan di tingkat akar rumput.
“Kita perlu terus diingatkan bahwa kita satu bangsa, satu tanah air, dan satu masa depan,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Panitia melaporkan acara berlangsung tertib, partisipatif, dan kondusif.














