Makassar, – Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan bersama Program Studi Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, melaksanakan rukyatul hilal untuk penentuan awal bulan Rabiul Akhir 1447 H. Kegiatan ini bertepatan dengan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Falak mahasiswa, yang dipusatkan di Anjungan Pantai Losari, Selasa 23 September 2025.
Berdasarkan data hisab, konjungsi terjadi pada Senin, 22 September 2025, pukul 03:53:55 WITA. Saat matahari terbenam di lokasi rukyat (17:57:58 WITA), hilal sudah berada pada ketinggian 14° 22’ 35,4” dengan elongasi 17° 13’ 47,0”. Hilal memiliki umur 1 hari 14 jam 4 menit 3 detik dengan tingkat iluminasi 2,3 persen. Posisi hilal terletak di selatan (kiri-atas) dari matahari, dengan selisih azimut sekitar 8° 19’ 35,5”.
Hilal di Makassar tercatat terbenam pada pukul 19:01:12 WITA, atau sekitar 1 jam 3 menit setelah matahari tenggelam. Kondisi ini secara hisab memenuhi kriteria imkanur rukyat yang ditetapkan MABIMS, sehingga hilal berpotensi dapat dirukyat.
Tim pengamatan terdiri dari dosen pembimbing, laboran falak, serta mahasiswa Prodi Ilmu Falak yang sedang menjalani KKL. Dari Lembaga Falakiyah NU Sulsel turut hadir Dr. Muh. Rasywan Syarief, S.HI., M.Si., selaku Sekretaris Lembaga Falakiyah NU Sulsel sekaligus Ketua Prodi Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar, bersama Nurul Wasilah Wahidin, S.H., M.H., Nurul Rezky Ridhayanti, S.H., M.H., dan Fathurrahman, S.H., M.H.
Kegiatan rukyatul hilal ini tidak hanya bernilai praktis dalam mendukung penetapan awal bulan hijriyah, tetapi juga menjadi media edukasi lapangan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori falak dalam praktik observasi astronomi Islam.
“Selain memastikan data rukyat untuk kepentingan umat, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Lembaga Falakiyah NU dan UIN Alauddin Makassar dalam mengembangkan ilmu falak di Sulawesi Selatan,” ujar Rasywan Syarief.
Irfan Suba Raya
















