Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Remaja 18 Tahun Meninggal Akibat Kelalaian Petugas, BMI Minta Semua Pihak Menarik Hikmah Pasca Kejadian

4
×

Remaja 18 Tahun Meninggal Akibat Kelalaian Petugas, BMI Minta Semua Pihak Menarik Hikmah Pasca Kejadian

Sebarkan artikel ini

Makassar, 5 Maret 2026 – Seorang remaja berusia 18 tahun bernama Bertran Eka Prasetyo meninggal dunia akibat luka tembak yang disebabkan oleh seorang anggota polisi dari Sektor Panakukang, IPTU N. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 07.00 WITA ini telah menarik perhatian luas masyarakat, termasuk dari Brigade Muslim Indonesia (BMI) yang menyampaikan pandangan resmi terkait insiden tersebut.

Sebelum insiden terjadi, IPTU N yang baru menyelesaikan tugas patroli malam berniat pulang untuk berkumpul dengan keluarga. Namun, ia mendapatkan laporan bahwa sekelompok remaja dalam jumlah besar sedang melakukan konvoi kendaraan menuju kawasan Hertasning, yang dikhawatirkan akan melakukan aksi ugal-ugalan, membahayakan pengguna jalan, menyerang warga, atau memicu perang kelompok seperti yang sering terjadi akhir-akhir ini di Makassar.

Example 500x700

Melihat kondisi tersebut, IPTU N mengubah rencana dan langsung menuju lokasi. Dari rekaman CCTV yang telah beredar luas, terlihat kelompok remaja tersebut termasuk korban diduga melakukan tindakan kekerasan di tengah jalan raya, seperti menendang kendaraan orang lain dan berusaha memukuli orang lain.

Untuk mengamankan situasi, IPTU N turun dari mobil, mencoba menangkap salah satu laki-laki (korban), dan mengeluarkan tembakan peringatan dengan tujuan membubarkan kelompok. Saat itu, korban meronta-ronta untuk melepaskan diri, dan tanpa disadari pistol kembali meledak. Peluru menembus bagian belakang korban, sehingga IPTU N segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Saat ini, IPTU N telah menjalani proses hukum dan dinyatakan sebagai tersangka. Berbagai bukti terkait peristiwa telah diamankan oleh pihak berwenang, antara lain rekaman CCTV, senjata mainan yang diduga digunakan dalam aksi perang kelompok, serta beberapa jenis peluru seperti gel, plastik, gotri, bahkan busur dan pelontar yang ditemukan di dalam tas korban.

Ketua BMI Muhammad Zulkifli, ST, MM menegaskan bahwa masyarakat harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Pertanyaan apakah terdapat unsur kesengajaan dalam insiden tembakan tersebut menjadi wilayah penyelidikan aparat kepolisian, sehingga masyarakat tidak perlu terprovokasi oleh ajakan kelompok yang berusaha memperkeruh keadaan.

“Kami mengingatkan agar tidak terpengaruh oleh kelompok seperti Anarco yang konon merupakan singkatan dari Anarkisme Komunis, serta kelompok lain yang pernah memanfaatkan situasi untuk melakukan tindakan anarkis seperti yang menyebabkan terbakarnya gedung DPRD Kota dan Provinsi beberapa bulan lalu,” ujarnya.

Pesan utama yang disampaikan BMI adalah pentingnya merenung dan menarik hikmah dari kejadian ini. Semua pihak diminta melakukan introspeksi diri: Aparat kepolisian agar lebih waspada saat menggunakan senjata api, Orang tua agar lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anak, Para pemuda agar menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan bencana bagi diri sendiri dan orang lain, seperti perang perangan di jalan raya dan perang kelompok

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak terulang kembali di masa depan,” tegas Ketua BMI.

BMI menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban Bertran Eka Prasetyo atas kehilangan yang ditanggung. Selain itu, kepada keluarga IPTU N, Ketua BMI menyatakan bahwa mereka mengenal baik sosok IPTU N sebagai orang yang baik dan tidak akan melakukan tindakan keras terhadap orang yang tidak berdaya.

“Kami yakin ledakan pistol tersebut terjadi tanpa disengaja, dan menghormati keputusan IPTU N yang mengesampingkan keluarga demi menjaga keamanan kota Makassar. Namun, apapun alasannya, setiap tindakan memiliki risiko, dan kita harus menghormati proses hukum yang berjalan dengan adil,” jelasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *