Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Rektor hingga PDM Hadiri Pengajian Ramadan Muhammadiyah Sulsel, Bahas Akidah Islam Berkemajuan

22
×

Rektor hingga PDM Hadiri Pengajian Ramadan Muhammadiyah Sulsel, Bahas Akidah Islam Berkemajuan

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulsel menggelar Pengajian Ramadan 1447 Hijriah yang mengangkat tema “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis”.

Kegiatan yang dibuka Ketua PP Muhammadiyah Prof Irwan Akib ini turut dihadiri ratusan peserta dari unsur pimpinan daerah, majelis, hingga perguruan tinggi Muhammadiyah se-Sulsel.

Example 500x700

Berlangsung di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Makassar, selama dua hari, Sabtu–Ahad, 28 Februari hingga 1 Maret 2026,

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PW Muhammadiyah Sulsel, Drs. Amir MR., MM, menyampaikan bahwa kegiatan pengajian ramadan ini merupakan program tahunan yang intens dilakukan.

Ia menjelaskan kegiatan ini bertujuan menyegarkan kembali pemahaman kader khususnya terkait konsep tauhid murni.

“Pengajian ini menjadi momentum penting untuk memperdalam dan memperluas perspektif akidah Islam berkemajuan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dari unsur pimpinan wilayah Muhammadiyah.

Materi yang disampaikan mencakup aspek ideologis, filosofis, hingga praksis dalam implementasi tauhid murni di kehidupan nyata.

Secara tidak langsung, Amir MR. menuturkan bahwa pengajian ini juga menjadi ajang konsolidasi organisasi Muhammadiyah di tingkat wilayah. Hal tersebut dinilai penting untuk menyatukan visi dan arah gerakan dakwah ke depan.

Peserta mendapatkan materi tentang isu-isu kontemporer akidah hingga aktualisasi tauhid dalam kehidupan sosial.

Konsorsium Mudir Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Lukman Abd Shamad Lc, M.Pd menyebut kepercayaan sebagai tuan rumah sebagai kehormatan sekaligus amanah. Ia menyambut para peserta dengan penuh sukacita dan mengajak menikmati suasana Gombara yang relatif lengang karena para santri sedang libur.

“Kami sangat berbahagia dan bangga menyambut kedatangan para peserta Pengajian Ramadan tingkat wilayah Sulawesi Selatan. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Lukman.

Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag, menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah darul arqam gombara mensukseskan pengajian ramadan 1447H.

Prof Ambo berharap Pengajian Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat fondasi akidah dan arah gerakan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.

Ia menegaskan pentingnya penguatan akidah sebagai fondasi gerakan Muhammadiyah, tauhid harus menjadi landasan utama dalam setiap aspek kehidupan, baik individu maupun organisasi.

Menurut Ambo Asse, pemahaman tauhid yang murni tidak hanya berhenti pada aspek teologis, tetapi juga harus diaktualisasikan dalam kehidupan sosial dan kelembagaan.

Melalui pengajian ini, PW Muhammadiyah Sulsel berharap lahir kader Muhammadiyah yang memiliki pemahaman akidah yang kuat dan mampu menjawab tantangan zaman. Kegiatan serupa direncanakan terus berlanjut sebagai bagian dari program pembinaan ideologi organisasi.

Senada disampaikan, Ketua PP Muhammadiyah Prof Irwan Akib menyampaikan apresiasi kepada PW Muhammadiyah Sulsel intens melakukan pengajian.

Ia menyebut bahwa pengajian ini sesungguhnya agenda prioritas Muhammadiyah selama ramadan.

“Ini tradisi kita, alhamdulilah kemarin sudah berlangsung tingkat pusat, saat ini masing-masing pimpinan wilayah lagi yang membuat,” tambahnya.

Lanjut, Prof Irwan mengingatkan bahwa amal usaha Muhammadiyah lahir dari pergumulan sejarah umat. Pendirian sekolah oleh KH Ahmad Dahlan, katanya, merupakan jawaban atas keterjajahan, ketertinggalan, dan kebodohan yang berpotensi melahirkan pelbagai problem sosial. Karena itu, pendidikan Muhammadiyah semestinya menjadi lokomotif pencerahan yang memperkuat daya saing sekaligus memperdalam nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Ia juga menautkan misi layanan kesehatan Muhammadiyah dengan agenda pemurnian akidah. Rumah sakit, menurut Prof Irwan, tidak hanya berfungsi menyembuhkan, tetapi juga membimbing umat agar tidak terjebak pada praktik-praktik yang menjauhkan nalar sehat dan tauhid ketika menghadapi sakit.

Prof Irwan menyoroti kecenderungan sebagian amal usaha yang mengejar akreditasi, namun kehilangan ruh yang membedakan Muhammadiyah. “Sekolah unggul” tidak cukup diukur dari rapor kelembagaan, melainkan dari kualitas pembelajaran, integritas pengelolaan, dan karakter keislaman yang terasa dalam kultur institusi. Pengelolaan yang “asal jadi”, lanjutnya, tidak sejalan dengan misi Islam berkemajuan.

Di hadapan peserta, Prof Irwan juga menyampaikan pesan organisatoris: amal usaha tidak perlu ragu menjadi tuan rumah agenda persyarikatan. Pengalaman panjang Muhammadiyah, katanya, menunjukkan menjadi tuan rumah tidak mengurangi rezeki, justru sering menghadirkan keberkahan dan memperkuat jejaring gerakan.

Kegiatan ini diikuti Pimpinan Majelis/Lembaga PWM Sulsel, Organisasi Otonom tingkat wilayah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se Sulsel, dan BPH dan Rektor PTMA se Sulsel. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *