Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaBerita Utama

PKB Sulsel Mulai Penataan Struktur, Tim 5 Petakan Calon Pemimpin Daerah

7
×

PKB Sulsel Mulai Penataan Struktur, Tim 5 Petakan Calon Pemimpin Daerah

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Selatan mulai melakukan penataan struktur partai dengan membentuk Tim 5 yang bertugas mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serta memetakan potensi kepemimpinan di tingkat daerah.

Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, menyebut Tim 5 diisi oleh sejumlah kader dan tokoh partai, yakni Anggota DPR RI Syamsu Rizal MI (Deng Ical) sebagai koordinator, Anggota DPRD Sulsel Zulfikar Limolang, mantan Anggota DPRD Sulsel Wawan Mattaliu, mantan Ketua PW GP Ansor Sulsel Rusdi, serta aktivis PMII Nasra Hasse.

Example 500x700

“Di 2026 ini, PKB fokus pada penataan struktur. Tim 5 akan bekerja dalam enam zona untuk melakukan konsolidasi di tingkat DPC sekaligus mengidentifikasi kondisi di masing-masing daerah,” ujar Azhar kepada wartawan di Kantor PKB Sulsel, Jalan Prof Abdurrahman Basalamah, Makassar, Selasa (17/2/2026).

Tim 5 tidak hanya bertugas melakukan konsolidasi, tetapi juga memetakan potensi kepemimpinan dan mengevaluasi kinerja struktur partai di daerah. 

PKB, kata Azhar, merupakan partai terbuka sehingga siapa pun yang berminat menjadi Ketua DPC dipersilakan mendaftar.

Setiap kandidat yang terjaring akan dibahas terlebih dahulu dalam pleno di tingkat DPW, sebelum dibawa ke DPP untuk penetapan akhir.

“Penetapan kandidat di DPP. DPP bisa menambah dan bisa mencoret nama,” jelasnya.

Setelah proses awal tersebut, kandidat akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap pertama yang dilakukan oleh pihak ketiga, termasuk perguruan tinggi, guna menjaga objektivitas. 

Hasil UKK pertama kemudian menjadi dasar pelaksanaan UKK kedua yang dilakukan DPP.

Kandidat yang dinyatakan lolos selanjutnya dibawa ke forum Muscab untuk ditetapkan secara resmi.

Evaluasi Kinerja dan Regenerasi

Azhar menjelaskan, evaluasi kinerja Ketua DPC dilakukan melalui berbagai indikator, salah satunya capaian kursi legislatif. 

Namun, penilaian tidak hanya berpatokan pada naik atau turunnya jumlah kursi, melainkan juga aspek lain, termasuk komunikasi publik dan kedekatan dengan media.

“Kalau kursinya turun, dievaluasi kenapa. Penting pihak ketiga dilibatkan agar objektif. Kita ingin menemukan orang-orang yang siap menghadapi Pemilu 2029. Semua indikator dihitung, bukan hanya soal kursi,” tegasnya.

Selain itu, PKB Sulsel mulai menyiapkan regenerasi kepemimpinan di tingkat bawah. Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) diupayakan berasal dari kalangan usia sekitar 30 tahun sebagai respons terhadap dominasi generasi muda dalam struktur demografi Indonesia.

Isu lingkungan juga menjadi perhatian dalam seleksi kepemimpinan partai. PKB, kata Azhar, tengah mencari figur yang mampu merespons tantangan masa depan dan kompetisi politik yang semakin ketat.

“Sekarang partai semakin banyak dan ada kecenderungan sebagian pihak menghalalkan segala cara. PKB ingin menyiapkan pemimpin yang siap menghadapi tantangan itu,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP PKB Zona Sulawesi sekaligus koordinator Tim 5, Syamsu Rizal MI atau Deng Ical, menegaskan kesiapan partainya menjalankan tahapan Muscab.

“Hasil Muswil telah membentuk Tim 5. Tim inilah yang akan mengatur proses Muscab yang dibagi dalam enam zona,” kata Deng Ical.

Pelaksanaan Muscab dijadwalkan berlangsung mulai 28 Maret hingga 20 April mendatang. Menurut Deng Ical, tugas utama Tim 5 adalah memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme serta mendorong konsolidasi di daerah.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus untuk mulai bekerja maksimal sejak dini.

“Mulai sekarang kita bekerja. Semua pengurus harus memaksimalkan kerja-kerja partai, seolah-olah pemilu berlangsung besok,” tegasnya.

Senada, Wakil Ketua sekaligus Juru Bicara PKB Sulsel, Wawan Mattaliu, menegaskan pembentukan Tim 5 dilakukan secara independen tanpa melibatkan unsur ketua, bendahara, maupun sekretaris dalam struktur kepengurusan.

“Pekerjaan Tim 5 ini dilaporkan ke DPW. Pembentukan tim ini tidak melibatkan unsur ketua, bendahara, dan sekretaris,” ujarnya.

Wawan juga menyebut PKB membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dan aktivis untuk bergabung.

“Ini rekrutmen terbuka. Siapa saja boleh datang dan terlibat di PKB. PKB bisa menjadi rumah besar para aktivis di Sulawesi Selatan,” katanya.

Selain fokus pada konsolidasi politik, PKB juga mengusung komitmen lingkungan dengan program konversi suara menjadi gerakan penanaman pohon.

“Setiap suara itu akan dikonversi menjadi pohon. Jadi PKB akan tanam pohon,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *