Makassar, 5 Agustus 2025 – Museum Karaeng Pattingalloang, berlokasi di Benteng Somba Opu, Makassar, resmi membuka pameran temporer bertajuk “Rempah, Diplomasi, dan Ilmu: Warisan Karaeng Pattingalloang.”
Pameran yang dibuka hari ini menghadirkan koleksi berharga yang mengungkap peran penting tokoh legendaris Kerajaan Gowa tersebut dalam sejarah perdagangan rempah, diplomasi internasional, dan perkembangan ilmu pengetahuan di Nusantara.
Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Muhammad Arafah, S.T., M.T., bersama para pejabat pemerintahan, perwakilan instansi terkait, akademisi, dan masyarakat umum. Dalam sambutannya, Dr. Arafah menekankan pentingnya peran museum sebagai lembaga pelestarian dan edukasi budaya. Ia berharap pameran ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat, terutama generasi muda, terhadap warisan budaya Kerajaan Gowa dan figur Karaeng Pattingalloang.
“Museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda-benda bersejarah,” ujar Dr. Arafah. “Museum adalah wahana edukasi yang vital dalam membentuk jati diri bangsa dan memperkuat ketahanan nasional. Pameran ini dirancang untuk mendekatkan sejarah kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.”
Pameran “Rempah, Diplomasi, dan Ilmu: Warisan Karaeng Pattingalloang” menampilkan beragam artefak, dokumen, dan visualisasi yang menceritakan perjalanan hidup dan kiprah Karaeng Pattingalloang. Koleksi yang dipamerkan meliputi:
- Koleksi Rempah: Berbagai jenis rempah-rempah yang menjadi komoditas utama perdagangan Kerajaan Gowa pada masa Karaeng Pattingalloang, disertai penjelasan mengenai jalur perdagangan dan peran rempah dalam perekonomian dan hubungan internasional.
- Koleksi Diplomasi: Surat-surat, perjanjian, dan benda-benda yang menggambarkan hubungan diplomatik Kerajaan Gowa dengan berbagai kerajaan dan negara lain pada masa itu, termasuk strategi diplomasi yang diterapkan Karaeng Pattingalloang.
- Koleksi Ilmu Pengetahuan: Bukti-bukti yang menunjukkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Kerajaan Gowa pada masa Karaeng Pattingalloang, seperti sistem pertanian, teknik pembuatan kapal, dan pengetahuan astronomi.
Selain memamerkan artefak, pameran ini juga dilengkapi dengan panel-panel informasi yang disusun secara sistematis dan mudah dipahami, serta dilengkapi dengan visualisasi interaktif yang menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan usia. Panitia juga menyediakan berbagai kegiatan pendukung, seperti diskusi panel, workshop, dan pertunjukan seni tradisional, untuk memperkaya pengalaman pengunjung.
Pameran temporer Museum Karaeng Pattingalloang berkangsung dari tanggal 29- 31 Juli 2025, Pameran ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata edukatif bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya. Kunjungan ke pameran ini sangat direkomendasikan bagi para pelajar, mahasiswa, dan siapa pun yang ingin lebih memahami sejarah dan kebudayaan Indonesia.