Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Haru Menutup TITANIQ 3: Muslimat NU Sulsel Akhiri Gema Ramadan Bersama Ulama Al-Qur’an Mesir

5
×

Haru Menutup TITANIQ 3: Muslimat NU Sulsel Akhiri Gema Ramadan Bersama Ulama Al-Qur’an Mesir

Sebarkan artikel ini

Makassar — Suasana haru menyelimuti penutupan Program TITANIQ 3 (Tahsin dan Tadabbur Al-Qur’an untuk Meraih Kenikmatan Qalbu) yang menjadi salah satu rangkaian utama Gema Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan.

Kegiatan penutupan tersebut berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026/24 Ramadan 1447 H, bertempat di Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar.

Example 500x700

Program yang telah berlangsung selama tiga tahun ini digelar sejak 2 Ramadan hingga 24 Ramadan 1447 H dan menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an melalui tahsin sekaligus memperdalam pemahaman melalui tadabbur.

Penutupan program semakin istimewa dengan kehadiran dua ulama Al-Qur’an dari Mesir, yakni Syekh Muhammad Sayyid Al Hamid dan Syekh Muhammad Asyraf Ibrahim Ali Ahmed Abdel Jawad, yang hadir dalam rangka silaturrahim sekaligus memberikan pencerahan Al-Qur’an kepada para peserta.

Rangkaian acara diawali dengan lantunan tilawah Al-Qur’an oleh Syekh Muhammad Sayyid Al Hamid. Bacaan Al-Qur’an yang merdu dan penuh penghayatan menghadirkan suasana khidmat yang menenangkan hati para hadirin.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Al-Hafidz KH. Syam Amir Yunus, SQ, Ketua Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz NU Sulawesi Selatan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al Imam Ashim Makassar. Dalam sambutannya, KH.Syam Amir mengapresiasi konsistensi Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulsel yang terus menghadirkan ruang pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Menurutnya, program seperti TITANIQ sangat penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, bukan hanya dalam membaca dengan baik dan benar, tetapi juga dalam memahami serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Usai sambutan tersebut, suasana haru mulai terasa di tengah para hadirin. Kesadaran bahwa rangkaian kegiatan yang telah menemani hari-hari Ramadan itu akan segera berakhir membuat banyak peserta larut dalam suasana emosional.

Suasana haru itu bahkan membuat MC acara, Fatmawati Hilal, tak kuasa menahan tangis saat memandu jalannya kegiatan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penutupan resmi Program TITANIQ 3 dan Gema Ramadhan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Hj. A. Majdah M. Zain, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program TITANIQ yang kini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang dengan penuh semangat mengikuti rangkaian pembelajaran Al-Qur’an sejak awal Ramadhan. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari upaya membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Ia berharap semangat mempelajari, mencintai, dan mentadabburi Al-Qur’an yang tumbuh selama Ramadhan tidak berhenti setelah bulan suci ini berlalu, tetapi terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tadabbur Al-Qur’an oleh Syekh Muhammad Asyraf Ibrahim Ali Ahmed Abdel Jawad, yang dipandu oleh penerjemah Dr. Hj. Haniah, Lc., MA. Dalam penyampaiannya, Syekh Muhammad Asyraf menjelaskan peran penting perempuan dalam menyokong dakwah Rasulullah SAW.

Ia mencontohkan keteladanan Sayyidah Khadijah RA sebagai sosok perempuan mulia yang senantiasa mendampingi dan menguatkan perjuangan Rasulullah SAW. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai Al-Qur’an di tengah keluarga dan masyarakat.

Ia juga berpesan agar umat Islam senantiasa menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an.
“Jagalah Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan menjaga kemuliaan kalian,” pesannya kepada para peserta yang hadir.

Sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan kemudian menyerahkan cinderamata kepada Syekh Muhammad Sayyid Al Hamid, Syekh Muhammad Asyraf Ibrahim Ali Ahmed Abdel Jawad, serta Al-Hafidz KH. Syam Amir Yunus, SQ.

Menjelang akhir acara, gema shalawat Fadhailul Qur’an dilantunkan oleh Fatmawati Hilal dengan suara khas yang menggema dan menggetarkan jiwa para hadirin. Momen tersebut menjadi penutup yang penuh makna, sekaligus pengingat bahwa Ramadan akan segera berakhir.

Penutupan Program TITANIQ 3 bukan sekadar menandai berakhirnya sebuah kegiatan, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi para peserta untuk terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, sehingga nilai-nilainya tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah Ramadan berlalu. (Irfan)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *