Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

DPRD Sulsel Apresiasi Ketegasan Waka BGN, Sony Sanjaya Terkait IPAL MBG

12
×

DPRD Sulsel Apresiasi Ketegasan Waka BGN, Sony Sanjaya Terkait IPAL MBG

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR,-Kalangan DPRD Sulawesi Selatan mengapresiasi langkah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Irjen Pol Sony Sanjaya, atas ketegasannya untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menimbulkan limbah yang bisa merusak lingkungan. Bukan hanya dapur MBG, rumah rumah makan dan restoran, berikut fasilitas kesehatan, juga harus melakukan langkah yang sama.


“Jempol untuk pak Sony, kalau lihat akun medsosnya, dalam setiap kunjungan ke daerah. Salah satu yang diperhatikan betul adalah limbah MBG. Ini sangat positif,”kata Wakil Ketua DPRD Sulsel, Rahman Pina, usai meninjau salah satu dapur MBG, Somba Opu, Gowa, Sabtu, 27 Februari.

Example 500x700


Menurut dia, meski ramai di media sosial, program MBG yang digagas Presiden Prabowo ini luar biasa. Selain menghadirkan manfaat ganda: memenuhi gizi anak-anak, ekosistem ekonomi, lewat gerakan pak Sony, juga membangun budaya ramah lingkungan.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sulawesi Selatan diharapkan menjadi teladan dengan mengolah sisa makanan dapur menjadi pupuk, serta memperkuat sistem kebersihan melalui instalasi pengolahan limbah.


Menurut Legislator Sulsel 4 periode ini, pengelolaan sampah harus menjadi bagian penting dari program MBG. “TPA Antang di Makassar, sudah kelebihan kapasitas. Kalau tidak ada solusi, sampah akan menumpuk dan berpotensi merusak lingkungan. Karena itu, pengelolaan sampah dari dapur SPPG harus menjadi bagian penting dari program ini, tegasnya saat meninjau sejumlah dapur di Makassar dan Gowa.


Di dapur kec Manggala Makassar misalnya, ada sekitar 13 Dapur MBG yang setiap hari melayani sekitar 40 ribu porsi makanan bergizi bagi siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Jumlah porsi sebanyak itu, juga memproduksi sampah yang besar. Maka harus ada sistem pengelolaan sampah yang baik.


“Sampah makanan jangan dibiarkan menumpuk di TPA karena akan menghasilkan metana, gas rumah kaca yang 38 kali lebih berbahaya dari karbon dioksida. Dengan teknologi yang tepat, sampah justru bisa memberi manfaat,” jelasnya.

Bukan hanya badan gizi nasional yang perlu memperhatikan limbah sampah dapur MBG, wakil ketua DPRD asal Golkar ini, juga meminta agar Pemda provinsi dan kabupaten/ kota bisa membeckup upaya yang dilakukan Badan Gizi Nasional dengan memperkuat kuat pengawasan dan membantu menyiapkan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan lingkungan yang baik. (…)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *