MAKASSAR,- Meski beragam polemik muncul terkait dengan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan. Pihak DPRD Sulsel tetap memberi apresiasi atas kinerja badan gizi nasional yang dipimpin Prof Dadan Hindayana, telah menjangkau dan melayani hampir semua daerah di Sulawesi Selatan.
“Setiap koreksi dari publik harus kita terima sebagai masukan untuk perbaikan. Ya itulah esensi demokrasi. Tapi kita tak bisa menutup mata, hanya dalam waktu singkat, baru setahun. Tapi sudah bisa menjangkau seluruh wilayah di Sulsel. Ini lembaga baru loh, dan mengurus makanan dengan tata kelola yang rumit, tidak semudah membalikkan telapangaj tangan,” kata Wakil Ketua DPRD Sulsel, Rahman Pina, usai meninjau salah satu dapur MBG, Somba Opu, Gowa, Sabtu, 2 Maret 2026.
Menurut dia, meski ramai di media sosial, program MBG yang digagas Presiden Prabowo ini luar biasa. Selain menghadirkan manfaat ganda: memenuhi gizi anak-anak, ekosistem ekonomi, lewat badan gizi, sangat terasa betul bagaimana kehadiran pemerintah.
“Coba bayangkan anak anak yang ada di pelosok. Seperti kampung saya di Enrekang, mereka baru bisa makan daging, telur kalau ada pesta. Datang MBG, tiap hari sudah makan daging. Bahkan jenis buah buahan yang dulu hanya mereka baca di buku. Anggur, lengkeng, pir. Sekarang mereka bisa nikmati. Ini karena massifnya program
ini dijalankan badan gizi nasional hingga ke daerah yang sulit terjangkau sekalipun,”kata legislator empat periode ini.
Bukan hanya itu, kata dia, di daerah, ibu ibu yang dulunya nganggur. Tidak punya kerjaan, sekarang merasakan betul, betapa pentingnya kehadiran MBG menopang ekonomi keluarga.
“Kalau kita jalan jalan ke kampung sekarang, sekolah yang belum terima MBG, malah merasa terisolir dan enggan menyekolahkan anaknya di situ. Waktu saya ke Enrekang, ada kepala sekolah datang tanya saya. Siswanya makin berkurang karena orangtua tidak mau sekolahkan anaknya di sekolah itu karena belum terlayani MBG,”kata Plt Sekretaris Golkar Sulsel ini. (…)
















