MAKASSAR, Sulawesi Selatan – Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan telah menggelar museum keliling untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Makassar pada tanggal 5-6 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi upaya inovatif untuk membawa museum ke tengah masyarakat, terutama kalangan anak muda yang sulit mengunjungi museum secara langsung.
Menurut Andini Perdana, M. Hum, Pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, konsep museum keliling ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya dan sejarah. “Kita yang datang ke mereka agar semua anak bisa mengenal museum, tanpa harus repot datang ke lokasi. Dalam materi disampaikan dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami,” ungkapnya.
Selama dua hari pelaksanaan, tim museum keliling telah mengunjungi 5 sekolah di Makassar, antara lain SMP Islam Athirah, SD Pertiwi Makassar, SD Inpres Perumnas, SD IKIP 1, dan SD IKIP 2. Setiap kunjungan diisi tentang sejarah dan budaya lokal yang menarik bagi para siswa.
Diharapkan museum keliling ini dapat diadakan secara berkala untuk menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai daerah Sulawesi Selatan, sehingga warisan budaya dan sejarah lokal dapat terjaga dan dilestarikan oleh generasi mendatang.
















