MAKASSAR,- Upaya memperluas pasar produk Indonesia di Turkiye terus didorong melalui diplomasi ekonomi. Diaspora Indonesia, Ismawan Amir, yang juga Sekretaris Perdagangan Luar Negeri IKA UNHAS bersama rekannya Farel memaparkan potensi produk Indonesia di hadapan Duta Besar Turkiye untuk RI dalam pertemuan di Istanbul.
Paparan tersebut menyoroti peluang produk Indonesia untuk masuk lebih kuat ke pasar Turkiye, termasuk strategi penguatan akses pasar, perluasan jejaring distribusi, hingga pemetaan kebutuhan pasar yang lebih presisi. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis. Sekaligus meminta dukungan terkait pergelaran festival UMKM Indonesia di Turkiye.
Sejumlah komoditas Indonesia telah lama menjadi bagian dari arus perdagangan ke Turkiye, Di sektor perkebunan dan pertanian, produk seperti kopi, karet, rempah-rempah (lada, pala, kayu manis), kakao, hingga buah tropis dinilai memiliki permintaan yang stabil. Selain itu, produk peternakan seperti unggas dan olahan daging juga mulai dilirik sebagai peluang ekspor.
Sementara di sektor industri dan manufaktur Indonesia tercatat mengekspor besi dan baja serat stapel buatan bahan baku industri tekstil), serta berbagai produk karet. Menurut Ismawan, kombinasi komoditas primer dan produk industri ini menunjukkan bahwa hubungan dagang RI–Turkiye tidak hanya bertumpu pada satu sektor.
Tren positif perdagangan bilateral. Nilai perdagangan Indonesia–Turkiye telah mencapai sekitar USD 3 miliar per tahun dan diproyeksikan masih dapat meningkat seiring penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Sekretaris Perdagangan Luar Negeri IKA UNHAS itu juga menekankan bahwa alumni Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang memiliki fokus pada kegiatan ekspor memiliki peluang realistis untuk masuk ke pasar Turkiye. Menurutnya, jejaring diaspora, dukungan diplomasi ekonomi, serta pemahaman karakter pasar lokal dapat menjadi pintu masuk bagi eksportir baru.
“Pasarnya ada, produknya ada. Tantangannya tinggal kesiapan pelaku usaha dan keberanian untuk masuk. Alumni UNHAS yang bergerak di ekspor bisa memanfaatkan momentum ini,” ujarnya.
Duta Besar Turkiye untuk Indonesia menyambut baik paparan tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara negara, diaspora, dan pelaku usaha untuk memperluas kehadiran produk Indonesia di kawasan Eropa–Timur Tengah.
Ke depan, Ismawan menargetkan tindak lanjut berupa penguatan jejaring dengan mitra potensial, serta penyusunan strategi penetrasi pasar agar produk Indonesia tidak hanya masuk, tetapi juga bertahan dan tumbuh di Turkiye.
















