MAKASSAR, 18 FEBUARI 2026 – Suryadi Mas’ud mantan Duta Besar ISIS untuk Asia Tenggara yang pernah terlibat dalam berbagai kasus terorisme nasional dan internasional, kini menjadi sosok penting dalam gerakan pencegahan terorisme dan radikalisme melalui Yayasan Rumah Moderasi Makassar (YRMM) yang dibangun dari kerjasama Direktur Intelkam Polda Sulsel Kombes Pol Hajat Mabrur Bujangga, S.H, S.I.K, M.M dan Kasatgaswil Densus 88 AT Polri untuk wilayah sulsel.
Suryadi mas’ud pernah melancarkan tiga serangan bom dan senjata api, termasuk insiden McDonald’s Makassar tahun 2002, menjadi pemasok bahan bom untuk Bali I, Pemimpin latihan militer bagi terorisme di Janto Nagroe Aceh Darussalam thn 2008, lalu terlibat sebagai perencana serangan bom dan aksi penembakan pada insiden berdarah di Sarinah Thamrin Jakarta 2016.
Hal tersebut terungkap saat beliau hadir langsung menjadi narasumber dalam poadcast kata Abangda yang dipandu langsung Dedy Alamsyah Mannaroi .
Ia pernah berkiprah hingga Filipina Selatan sebagai bagian dari jaringan ISIS ASEAN yang keluar masuk dibeberapa Negara untuk merekrut dan membentuk jaringan ISIS agar bisa menguasai dunia, peran dan posisi yang diemban suryadi mas’ud dicamp Mindanao sangat penting dan vital, ia adalah perancang dan pengatur strategi operasi dan pelatih militer, menguasai berbagai jeis senjata api dan rakit bom, Setelah dihukum dan dipenjara di Nusakambangan, ia mengikuti program deradikalisasi dan dibebaskan bersyarat pada 13 Februari 2023.
Pertengahan tahun 2023, di kampung halamannya di Malua Kab. Enrekang -Sulsel, ia menyampaikan pernyataan terbuka dengan bersumpah setia kepada NKRI, Pancasila dan UUD 1945, sebuah langkah yang membuatnya dicoret oleh mantan rekannya di kelompok terorisme. Sejak itu, ia aktif bekerja sama dengan Dit Intelkam Polda Sulsel dan Densus 88 AT dalam kegiatan edukasi.
Berdasarkan ide kreatif dan pengalaman operasinya ia kemudian menjadi pelopor terbentuknya Yayasan Rumah Moderasi Makassar di Sulsel melalui dukungan dan kerjasama Direktur Intelkam Polda Sulsel dan Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Wil Sulsel pada awal tahun 2025.
Saat ini YRMM Sulsel telah resmi digunakan sebagai wadah untuk berinteraksi sosial antara eks napiter dan masyarakat umum, Tempat ini menjadi pusat pembinaan dan pelayanan terhadap 80 orang eks napiter yang setiap saat dilakukan oleh personil Subdit Kamneg Dit Intelkam dan Densus 88 AT Polri, mereka dibimbing dalam pemberdayaan ekonomi UMKM, antara lain: Penjualan kopi dan makanan jadi, Produksi kue-kue tradisional, Layanan potongan daging ayam, Service handphone dan Bengkel serta pencucian motor.
Program ini mendapatkan dukungan dari Direktur Intelkam Polda Sulsel Kombes Pol Hajat Mabrur Bujangga, S.H, S.I.K, M.M dan Kastgaswil Densus 88 AT Mabes Polri, yang bertujuan untuk membantu eks napiter kembali berintegrasi dengan masyarakat dan memiliki sumber penghasilan yang layak.
Pada pertengahan Maret 2026 mendatang, Suryadi akan bersama 11 eks napiter dan 32 orang keluarga mereka bekerja sebagai relawan SPPG Polri. Kegiatan ini akan melayani sekitar 3.000 siswa sekolah dasar dan menengah dalam kebutuhan makanan bergizi (MBG) guna mendukung program unggulan Bapak Presiden Prabowo Subianto.
“Saya menyesali seluruh tindakan saya di masa lalu dan berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif. Yayasan Rumah Moderasi Makassar adalah bukti bahwa kita bisa berubah dan kembali bermanfaat bagi negara,” sebagai wujud penyeselannya ia berencana setelah masa penahanan bebas bersyaratnya habis tgl 9 Maret 2026 ia akan touring ke seluruh wilayah Sulawesi Selatan mendatangi para keluarga dari para murid-murid yang ia rekrut untuk minta maaf secara langsung.
Program ini menegaskan bahwa Yayasan Rumah Moderasi Makassar menjadi contoh efektif dalam upaya deradikalisasi di sulawesi selatan dengan harapan kegiatan pembinaan terus berkelanjutan disertai upaya pencegahan dan deteksi aksi terhadap bahaya ancaman terorisme radikalisme menjadi prioritas. Tegas Kombes Hajat Mabrur Bujangga, S.H, S I.K, M.M
















