Gowa, – Sebanyak 59 santri dan santriwati Yayasan Najdah Al-Islamiyah mengikuti kegiatan Majelis Sima’an Al-Qur’an yang digelar di Aula Yayasan Najdah Al-Islamiyah, Jalan Pallantikang, Kabupaten Gowa, Ahad (1/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para wali santri serta sejumlah tamu undangan. Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan Ketua Yayasan Najdah Al-Islamiyah,Prof Najamuddin Abd Safa.
Dalam sambutannya, Prof. Najamuddin menyampaikan apresiasi kepada para santri dan orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada yayasan dalam membina dan mendidik para santri. Ia menegaskan bahwa Yayasan Najdah Al-Islamiyah sejak awal berdiri telah berkontribusi dalam pendidikan santri mulai dari jenjang SD hingga Aliyah.
Ia juga menyampaikan bahwa Yayasan Najdah Al-Islamiyah telah terdaftar dan menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama serta pemerintah daerah. Menurutnya, terdapat keistimewaan dan kemudahan bagi santri yang menempuh pendidikan di Najdah Al-Islamiyah, khususnya bagi para penghafal Al-Qur’an.
“Santri penghafal Al-Qur’an saat ini memiliki peluang besar untuk diterima di perguruan tinggi ternama, salah satunya Universitas Hasanuddin,” ujarnya.
Prof.Najamuddin yang juga merupakan Ketua Penerimaan Mahasiswa Jalur Prestasi Keagamaan di Universitas Hasanuddin menjelaskan bahwa santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an akan memperoleh rekomendasi langsung darinya untuk melanjutkan pendidikan di Unhas. Selain rekomendasi, para santri juga berkesempatan mendapatkan beasiswa serta memilih fakultas sesuai minat dan bakat masing-masing.
Sementara itu, staf pengajar dan pembina Yayasan Najdah Al-Islamiyah, Anggun Luthfiyah Amir, mengatakan bahwa kegiatan sima’an ini menjadi momen penting, bahkan terasa sebagai pertemuan terakhir dalam format yang sama.
“Orang tua bisa melihat langsung potensi dan capaian anak-anak mereka. Siapa tahu, setelah melihat kemampuan anak temannya yang sudah sampai pada tahap ini, ke depannya mereka bisa lebih terdorong lagi untuk menyekolahkan dan mendukung pendidikan anak-anaknya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa jumlah peserta sima’an tahun ini sebanyak 59 santri, meskipun masih ada beberapa yang berada pada tahap akhir penyelesaian hafalan. Menurutnya, momentum kegiatan pada dasarnya hampir sama dengan tahun sebelumnya, namun terdapat peningkatan baik dari sisi materi hafalan maupun jumlah santri yang ikut.
“Meski event-nya sama, bacaan yang dihafal serta jumlah hafalan santri tentu mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu,” tutupnya. (Irfan Suba Raya)
















