MAKASSAR, 22 Desember 2025 –Ormas di makassar termasuk Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Makassar, Muhammad Zulkifli, ST, MM, mengeluarkan pernyataan resmi untuk menanggapi tuduhan Ketua Komite Koordinasi Siswa dan Mahasiswa (KKSS) Papua Barat yang menyoroti penyerangan dan intimidasi oleh ormas di Makassar terhadap kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).
Pernyataan BMI muncul setelah KKSS Papua Barat mengkritik tindakan ormas terhadap KNPB dan AMP pasca serangkaian aksi yang dilakukan kelompok tersebut di Makassar. Beberapa peristiwa yang menjadi pemicu antara lain pengibaran bendera KNPB dan Bendera Bintang Kejora di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Tamalanrea, pengibaran bendera serupa di Bili-Bili Kabupaten Gowa, serta aksi unjuk rasa yang dinilai telah menodai monumen Mandala pada Hari Bela Negara.
“Kami sangat menyayangkan sikap Ketua KKSS Papua Barat yang menganggap tindakan ormas sebagai penyerangan dan intimidasi,” ujar Zulkifli dalam pernyataannya. Dia menekankan bahwa tindakan BMI adalah tanggapan terhadap upaya kelompok KNPB dan AMP yang dianggap telah mempermalukan warga Makassar, menginjak-injak jasa para pahlawan yang berjuang dalam Operasi Trikora untuk membebaskan Irian Barat, dan menantang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Zulkifli menjelaskan bahwa BMI tidak langsung melakukan tindakan tegas. Sebelum membubarkan aksi di monumen Mandala, pihaknya telah mengambil langkah persuasif dengan mengingatkan kelompok KNPB dan AMP agar tidak menodai simbol pembebasan Irian Barat. Namun, menurutnya, kelompok tersebut tetap nekat melanjutkan tindakannya, sehingga BMI terpaksa membubarkannya.
“Jika hanya dengan alasan kebebasan berpendapat mereka dibiarkan mempermalukan anak Makassar dan negara, maka saya dan ormas cinta NKRI akan melakukan prinsip yang sama untuk menjaga marwah dan kedaulatan NKRI,” tegasnya.
Selain itu, Zulkifli menuduh KNPB dan AMP sebagai organisasi yang mendukung gerakan separatis Kelompok Keras Bersenjata (KKB) Operasi Papua Merdeka (OPM). Dia menyarankan Ketua KKSS Papua Barat untuk lebih fokus mengingatkan mahasiswa Papua yang belajar di Makassar agar memprioritaskan studi dan nantinya kembali membangun Papua, bukan terprovokasi untuk bergabung dengan kegiatan KNPB dan AMP.
“Jika Ketua KKSS minta tindakan tegas aparat hukum, maka mintalah juga ketegasan untuk menangkap oknum mahasiswa Papua yang telah menganiaya aparat kepolisian saat acara Hari Trikora,” tambahnya.
Peristiwa ini menambah daftar serangkaian ketegangan yang terkadang muncul antara elemen masyarakat yang menekankan kedaulatan NKRI dan kelompok yang mengusung aspirasi khusus Papua di daerah luar Papua. Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari KKSS Papua Barat terhadap pernyataan BMI.
















