MAKASSAR — DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Kaderisasi Fungsional (Karsinal) Tahun 2026 di Hotel MaxOne Makassar, Minggu (29/3).
Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Partai Golkar Sulawesi Selatan yang juga Dewan Pembina AMPI, Rahman Pina, jajaran pengurus DPD AMPI Sulsel, serta para ketua AMPI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Ketua DPD AMPI Sulsel, Andi Nurhaldin NH, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak lepas dari dinamika, mulai dari proses penyesuaian hingga konsolidasi internal.
Menurutnya, hal tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa kekuatan organisasi sangat ditentukan oleh keaktifan dan keterlibatan para pengurus.
“Karsinal ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan kewajiban bagi setiap pengurus sebagai bagian dari proses pembentukan kapasitas, karakter, dan komitmen organisasi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat lebih aktif dan berkontribusi setelah mengikuti kaderisasi tersebut.
“Tidak boleh ada lagi pengurus yang pasif. Justru keaktifan, kontribusi, dan tanggung jawab harus semakin meningkat,” katanya.
Andi Nurhaldin juga menyebut Karsinal menjadi momentum refleksi untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah ke depan agar lebih baik.
Ia menambahkan, AMPI Sulsel terus melakukan konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di berbagai kabupaten/kota.
Hingga saat ini, Musda telah terlaksana di sejumlah daerah, antara lain Takalar, Pinrang, Sidrap, Wajo, Makassar, dan terakhir di Bantaeng.
“Dalam waktu dekat, kami akan memaksimalkan pelaksanaan Musda di seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan agar konsolidasi organisasi berjalan secara menyeluruh dan solid,” tuturnya.
Mengusung tema “Pembaharuan, Kekaryaan, dan Kerakyatan yang Manusiawi”, AMPI Sulsel menargetkan lahirnya kader yang adaptif terhadap perubahan, produktif, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dalam kesempatan itu, Andi Nurhaldin juga menyinggung dinamika internal organisasi yang sempat terjadi pasca pelantikan. Namun, ia memastikan seluruh persoalan telah diselesaikan dengan baik melalui komunikasi.
“Tidak perlu ragu. Dinamika itu hal biasa dalam organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik dan tetap menjaga kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader untuk tidak membawa perasaan dalam berorganisasi serta mengedepankan sikap profesional.
Selain itu, ia menegaskan bahwa AMPI sebagai organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan Partai Golkar menjadi ruang terbuka bagi kader dari berbagai latar belakang, baik ASN, pengusaha, maupun politisi, untuk menyampaikan aspirasi dan berkembang.
“AMPI harus menjadi ruang yang inklusif, tempat kader bertumbuh, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, AMPI Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang berkualitas serta menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.(**)
















