MAKASSAR, 9 FEBRUARI 2026 – Plt Ketua DPD I Partai Golkar Muhidin M Said menggelar kegiatan konsolidasi Fraksi Partai Golkar se Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Senin (9/2). Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan anggota fraksi bertujuan untuk menyatukan langkah dan mempersiapkan partai menghadapi tantangan politik mendatang, terutama pemilihan umum tahun 2029.
Sebanyak 152 anggota fraksi dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan menghadiri acara ini, di samping beberapa tokoh penting Partai Golkar. Antara lain anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Zulfikar Arse Sadikin, Plt Sekretaris Golkar Sulsel Rahman Pina, Plt Ketua Harian Golkar Sulsel Kadir Halid, Wakil Ketua Bappilu Lukman B Kady, serta Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Arief Rosyid Hasan.
Hadir juga sejumlah kepala daerah yang berafiliasi dengan Partai Golkar, yaitu Bupati Barru Andi Ina Kartika, Bupati Bantaeng Fauzy Nurdin, dan Bupati soppeng Suwardi Haseng.
Dalam arahannya, Muhidin M Said menegaskan bahwa konsolidasi adalah keharusan yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya ini penting untuk memastikan Partai Golkar selalu siap menghadapi setiap momentum politik.
“Konsolidasi seperti memanaskan mesin agar selalu dalam kondisi prima. Kita harus terus melakukannya sehingga siap menghadapi setiap kontestasi politik yang akan datang,” ujar Muhidin.
Muhidin juga menyoroti hasil pemilu 2024 lalu yang menjadi titik balik bagi Partai Golkar di Sulawesi Selatan, dimana untuk pertama kalinya partai tidak menjadi pemenang di daerah tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan konsolidasi kali ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan serta akar masalah yang menyebabkan kekalahan tersebut.
“Kita harus bisa bangkit karena ini adalah pertama kalinya Golkar tidak menjadi pemenang di Sulsel. Melalui konsolidasi ini, kita akan mencari tahu akar masalah di setiap daerah sehingga bisa meraih kemenangan kembali di pemilu 2029,” jelasnya.
Selain itu, Muhidin menyampaikan bahwa anggota fraksi merupakan ujung tombak Partai Golkar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta setiap anggota fraksi untuk selalu menjaga nama baik partai dalam setiap aktivitasnya, agar Golkar tetap relevan dan diterima luas oleh masyarakat Sulawesi Selatan.
















