Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaPendidikan

Mengenali Lebih Dekat Prof Sukri Palutturi: Lulusan Lemhannas 2022

36
×

Mengenali Lebih Dekat Prof Sukri Palutturi: Lulusan Lemhannas 2022

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Lahir di Tanatoa pada 29 Mei 1972, Prof. Sukri Palutturi tumbuh menjadi akademisi yang melihat kesehatan bukan semata urusan layanan medis, melainkan hasil dari kebijakan, lingkungan, dan komitmen bersama. Cara pandang inilah yang kemudian mengukuhkan namanya sebagai salah satu pemikir penting dalam bidang kebijakan dan politik kesehatan di Indonesia.

Perjalanan akademiknya dimulai di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, tempat ia menamatkan pendidikan sarjana dan magister di bidang Administrasi dan Kebijakan Kesehatan. Keinginannya memperluas perspektif membawanya melanjutkan studi ke Griffith University, Australia, hingga meraih gelar Master of Science in Public Health dan Doktor. Dari sana, fokus keilmuannya pada healthy settings dan healthy cities semakin menguat, sekaligus menjadikannya peneliti pertama Kota Sehat di Indonesia.

Example 500x700

Sejak bergabung sebagai dosen tetap FKM Unhas pada 2001, Prof. Sukri menapaki karier akademik dengan konsistensi dan dedikasi. Pada 2017, ia meraih gelar Guru Besar, menempatkannya sebagai salah satu profesor termuda di Universitas Hasanuddin. Produktivitas akademiknya tercermin dari ribuan sitasi karya ilmiah yang menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti.

Kiprahnya tidak berhenti di ruang akademik. Prof. Sukri dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Sekretaris Departemen hingga Wakil Dekan, sebelum akhirnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin periode 2022–2026. Pengalaman tersebut semakin diperkaya dengan keikutsertaannya dalam Program Pendidikan Reguler Lemhannas RI pada 2022.

Bagi Prof. Sukri Palutturi, kesehatan masyarakat adalah fondasi pembangunan manusia dan ketahanan bangsa. Melalui kepemimpinan, riset, dan pengabdian, ia terus mendorong lahirnya kebijakan kesehatan yang adil, berbasis data, dan berpihak pada masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *