Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Ratusan Mahasiswa Ilmu Gizi FKM Unhas Ikuti Kegiatan EBL di Kabupaten Pangkep 

24
×

Ratusan Mahasiswa Ilmu Gizi FKM Unhas Ikuti Kegiatan EBL di Kabupaten Pangkep 

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin melaksanakan pelepasan sebanyak 205 mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Evidence Based Learning (EBL) yang akan berlangsung selama dua pekan, mulai tanggal 19 Januari hingga 01 Februari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di dua lokasi berbeda, dengan pembagian mahasiswa berdasarkan semester dan tahapan EBL yang akan dilaksanakan.

Pelepasan secara resmi dilakukan di lapangan olahraga FKM Unhas pada Senin (19/01) pagi, dihadiri oleh Ketua Program Studi S1 Ilmu Gizi, dekan FKM Unhas, serta sejumlah supervisor dari masing-masing posko lokasi kegiatan.

Example 500x700

Sebanyak 105 mahasiswa semester enam akan menjalankan kegiatan EBL 3 mereka di wilayah kerja Puskesmas Bira, yang mencakup Kelurahan Bira dan Parangloe Kota Makassar. Pada tahap EBL 3 ini, mahasiswa memiliki tugas utama untuk merancang kegiatan intervensi gizi yang sesuai dengan permasalahan yang telah diidentifikasi dari hasil pengumpulan data pada kegiatan EBL 2 yang dilakukan sebelumnya.

Sementara itu, sebanyak 110 mahasiswa semester empat mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan EBL untuk pertama kalinya, dan kali ini kegiatan tersebut akan dilakukan di luar Kota Makassar, tepatnya di Kabupaten Pangkep. Sebanyak 13 desa yang berada dalam wilayah kerja tiga Puskesmas yaitu Puskesmas Labakkang, Puskesmas Pundata Baji, dan Puskesmas Taraweang menjadi lokasi fokus, di mana mahasiswa akan mendalami dan memahami berbagai masalah gizi yang ada pada masyarakat Kabupaten Pangkep.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi S1 Ilmu Gizi, Dr. Abdul Salam, S.KM., M.Kes., Dietisien., menegaskan bahwa kegiatan EBL bukan hanya sebatas program pembelajaran akademik, namun merupakan bentuk pembelajaran nyata yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat.

“EBL 1 dan 3 bukan hanya ajang untuk sekedar berinteraksi dengan masyarakat. Namun, mahasiswa bisa mengimplementasikan secara langsung pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh di bangku perkuliahan serta melatih sikap profesional mereka dalam menghadapi permasalahan gizi yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, S.KM., M.Kes., M.ScPH., Ph.D., yang secara resmi melepas para mahasiswa, juga menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, EBL juga berperan sebagai bentuk perwujudan dan wadah pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat ganda bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

“Kegiatan ini juga sebagai perwujudan dan wadah pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa akan belajar memahami kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi status gizi masyarakat, serta bagaimana merumuskan intervensi yang efektif dan berkelanjutan,” jelas Prof. Sukri.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan EBL merupakan bagian penting dari strategi pembelajaran di Program Studi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas, di mana mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar di luar kelas melalui serangkaian kegiatan penelitian, observasi, dan intervensi nyata di lapangan.

Setelah prosesi sambutan dan pelepasan secara simbolis, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan mahasiswa. Dengan terselenggaranya kegiatan EBL ini, diharapkan mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas dapat semakin menguatkan kemampuan analisis kritis, empati sosial, serta profesionalisme dalam bidang gizi masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan status gizi masyarakat Indonesia secara umum.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *