MAKASSAR, 6 Januari 2026 – Karya film lokal Makassar berjudul Uang Passolo resmi diperkenalkan kepada publik melalui Gala Premiere yang berlangsung meriah di Bioskop XXI Panakkukang, Makassar, pada Senin (5/1/2026). Acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan ini menjadi bukti eksistensi perfilman lokal yang terus berkembang.
Hadir dalam acara tersebut antara lain para pemain, kru produksi, insan perfilman, konten kreator lokal, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham beserta jajaran organisasi perangkat daerah Pemkot Makassar dan sejumlah tokoh masyarakat.
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengapresiasi karya sutradara Andi Burhamzah Timur yang mengangkat realitas sosial dalam film tersebut. “Kami sangat mengapresiasi karya Sutradara Andi Burhamzah Timur yang mengembangkan film lokal dengan mengangkat realitas sosial,” ucapnya.
Menurutnya, Uang Passolo merupakan langkah awal yang baik dan diharapkan akan melahirkan lebih banyak karya kreatif yang membanggakan serta mengangkat nama daerah. Pemerintah Kota Makassar juga menegaskan dukungannya terhadap pengembangan industri ekonomi kreatif, termasuk perfilman lokal, sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyampaikan bahwa film ini memiliki peran strategis sebagai media city branding untuk memperkenalkan identitas, budaya, dan kreativitas Makassar ke tingkat nasional. “Pemerintah kota sangat mengapresiasi, karena ini karya anak Makassar. Itu yang pertama,” katanya.
Achmad Hendra menilai kehadiran Uang Passolo menunjukkan kemampuan sineas lokal dalam membaca peluang industri film nasional dan menjadikan Makassar sebagai pusat cerita. “Kami melihat anak Makassar mampu melihat peluang. Saat ini genre film yang diminati adalah drama komedi, dan itu diambil kesempatannya oleh anak-anak Makassar,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar hiburan, film yang diproduseri oleh Adhy Basto ini berhasil mengangkat budaya Bugis-Makassar sebagai kekuatan utama narasi. “Mereka mengangkat budaya Makassar itu sendiri. Ini bagian yang sangat baik untuk memperkenalkan budaya Makassar melalui medium film kepada khalayaknya,” jelas Achmad Hendra.
Proses produksi Uang Passolo sepenuhnya dilakukan di Sulawesi Selatan, dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi budaya dan industri perfilman di daerah tersebut.
















