Makassar, 22 April 2025 – Kabar duka menyelimuti dunia musik Makassar. Moexin, gitaris handal dan legendaris yang dikenal dengan skill shredding-nya yang luar biasa, telah meninggal dunia pada Selasa siang di RS Primaya, Makassar, akibat serangan jantung. Kabar ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Moexin baru saja dinyatakan sembuh dari perawatan di rumah sakit yang sama pada awal April lalu.
Moexin, yang oleh banyak musisi disebut sebagai “Yngwie Malmsteen-nya Sulawesi Selatan,” meninggalkan jejak karier yang gemilang. Ia telah menghiasi panggung musik Makassar dan berbagai festival di Sulawesi serta Jawa selama bertahun-tahun. Keahliannya dalam memainkan gitar telah membawanya meraih berbagai penghargaan bergengsi sebagai gitaris terbaik.
Lebih dari sekedar gitaris ulung, Moexin dikenal karena kepribadiannya yang ramah dan rendah hati. Ia selalu berbagi ilmu dan pengalamannya dengan musisi muda, menjadi inspirasi bagi banyak generasi. Dedikasi dan profesionalismenya dalam bermusik tercermin dalam prinsip hidupnya: “Tanggung jawab saya adalah bekerja sebagaimana mestinya seorang musisi, terus berkarya dengan baik.”
Perjalanan musik Moexin dimulai dengan belajar gitar akustik secara otodidak dari seorang teman. Ia kemudian memperdalam kemampuannya melalui kursus di Yamaha selama enam bulan pada tahun 1986. Sejak tahun 1996 hingga 2008, ia aktif bermain di berbagai kafe di Makassar. Pengalamannya semakin terasah dengan belajar dari musisi senior dan bergabung dengan berbagai band lokal, termasuk Parfin Band (1986), Marching Band (1990-1995), Sweet Sunset Band (1995), dan The Campels Jazz Band (1996). Selama lima tahun berturut-turut, ia meraih predikat gitaris terbaik di Makassar. Puncak kariernya antara lain saat ia bermain di Kareba Cafe dan berduet gitar dengan Pay BIP (mantan gitaris Slank) di Sahid Hotel pada tahun 1999.
Kontribusi Moexin untuk musik Makassar juga terlihat dari karya-karyanya. Ia telah menghasilkan beberapa album instrumental rock dengan sentuhan musik lokal Bugis-Makassar. Salah satu karyanya yang paling dikenang adalah aransemen gitar melodi untuk lagu “Butiran Debu” milik penyanyi Makassar, RUMOR.
Kepergian Moexin meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, teman, dan seluruh pecinta musik di Makassar. Ia akan selalu dikenang sebagai seorang musisi berbakat, inspiratif, dan rendah hati. Selamat jalan, Moexin. Karya dan semangatmu akan selalu dikenang.